Apa Itu Baby Fat? Ini Penjelasannya, Moms!

7 Maret 2023 17:05
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi Baby Fat. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Baby Fat. Foto: Shutterstock
Siapa yang sering merasa gemas dengan bayi? Apalagi ketika terlihat lengan maupun kakinya berlipat-lipat seperti 'roti sobek'? Ya Moms, rasanya Anda ingin selalu memegangnya. Tetapi, apakah kondisi ini berbahaya?
Beberapa orang tua mungkin khawatir tangan dan kaki seperti roti sobek menandakan obesitas. Tetapi, ada juga yang menyebut lipatan-lipatan itu menandakan bayi memiliki gizi yang baik dan tumbuh dengan sehat.
Nah Moms, ternyata ada istilah yang menggambarkan kondisi ini, yaitu baby fat (lemak bayi). Dikutip dari Very Well Family, pada dasarnya, lemak bayi berfungsi memberikan kehangatan dan nutrisi penting untuk bayi hingga balita. Baby fat tidak berbahaya, justru memiliki peran penting bagi tumbuh kembangnya.

Penjelasan soal Lemak Bayi (Baby Fat)

Dalam beberapa minggu pertama kehidupannya, berat badan bayi baru lahir akan bertambah dengan cepat. Sebagian besar penambahan berat badan ini berkat lemak, atau yang istilahnya disebut jaringan adiposa. Dari situlah, lipatan-lipatan di kaki dan lengan akan membesar karena banyak jaringan-jaringan penting yang terakumulasi.
Ilustrasi Baby Fat. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Baby Fat. Foto: Shutterstock
Tetapi tenang saja, karena baby fat ini masih dianggap normal. Sebab, bayi dan balita memang memiliki persentase lemak tubuh lebih tinggi ketimbang anak-anak yang lebih besar, remaja, hingga orang dewasa. Selain itu, proporsi tubuh juga dapat mempengaruhi munculnya lipatan lemak pada bayi
"Lemak bayi terdiri dari dua. Ada lemak cokelat yang membantu mengatur suhu tubuh dan lemak putih sebagai penyimpan energi. Jaringan adiposa cokelat menumpuk di punggung dan bahu, serta bisa membentuk sekitar lima persen dari massa tubuh bayi. Sedangkan lemak putih membentuk sekitar 15 persen dari berat bayi, dan inilah yang berkontribusi lebih banyak pada lipatan tersebut," jelas ungkap Profesor Pediatri di University of Washington/Seattle Children's Hospital, Mollie Greves Grow MD, MPH.
Sebagai gambaran, bila bayi sejak lahir mengonsumsi ASI, maka asupan tersebut berkontribusi pada 50 persen kalori yang kemudian menjadi lemak bayi. Lemak ini dibutuhkan bayi untuk meningkatkan pertumbuhan otaknya, lho!
Jadi, kenapa lemak pada bayi penting? Jaringan adiposa selama ini berperan penting dalam menjaga bayi tetap hangat dan bertumbuh dengan baik. Lemak ekstra ini juga membantu memenuhi asupan nutrisi dan energi si kecil, sampai nanti akhirnya memasuki fase MPASI.
"Jumlah lemak tubuh yang tepat membantu mendorong perkembangan bayi, karena bisa membantu menyediakan energi yang dibutuhkan selama masa pertumbuhannya. Lemak yang dikonsumsi dan disimpan oleh bayi juga dapat membantu perkembangan sistem kekebalannya," jelas ahli gizi anak, Amy Reed, MS, RD, CSP, LD.

Apakah Lipatan Lemak Bayi Bisa Hilang?

Ilustrasi Baby Fat. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Baby Fat. Foto: Shutterstock
Seiring bertambahnya usia, terutama setelah usia dua tahun, bayi akan mulai makan makanan dengan sedikit lemak. Dan setelah itu, perlahan lemak-lemak tersebut akan hilang. Hal ini juga dipengaruhi oleh banyaknya aktivitas fisik yang dilakukannya, Moms.
Setelah mulai berkurang sejak usia sekitar satu tahun, kemudian sampai usia 4-5 tahun indeks massa tubuh terendahnya. "Pada saat itu, tulang rusuk anak-anak terlihat normal, dan kemudian akan mulai mengalami peningkatan lemak tubuh lagi saat mulai memasuki masa pubertas, sekitar usia 9-12 tahun," ungkap Dr. Grow.
Meski begitu, Anda tetap perlu rutin memeriksakan kesehatan bayi untuk memastikan pertumbuhan dan penambahan berat badan sesuai umurnya. Karena secara umum, bayi tidak boleh terlalu gemuk. Meski ada yang lebih mengkhawatirkan, yakni bayi tidak mengalami penambahan berat badan.
Jadi yang terpenting adalah memastikan berat badan bayi bisa bertambah dengan stabil setiap bulannya. Jika berat badan bayi tidak bertambah atau justru menurun, segera periksakan ke dokter ya, Moms!