Apa Itu Mirror Syndrome dan Dampaknya Bagi Kehamilan

24 Maret 2023 9:05
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi janin 22 Minggu. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi janin 22 Minggu. Foto: Shutter Stock
Moms, sudah pernah dengan istilah mirror syndrome dalam kehamilan? Bagi Anda yang sedang hamil, mungkin perlu mengetahui seputar kondisi medis yang satu ini.
Pada 2019 lalu, pesinetron Irish Bella mengalami mirror syndrome pada kehamilan pertamanya, yang kala itu hamil anak kembar. Mirror syndrome merupakan kondisi kehamilan saat janin memiliki kelebihan cairan yang tidak normal. Di sisi lain, sang ibu akan mengalami kombinasi preeklamsia dan hidrops. Komplikasi kehamilan ini termasuk langka lho, Moms.
Preeklamsia adalah salah satu bentuk tekanan darah tinggi atau hipertensi yang dialami ibu hamil. Sedangkan hidrops adalah edema atau akumulasi cairan abnormal pada dua atau lebih rongga tubuh seperti di jantung, paru-paru, atau kulit.
Dilansir Firstcry Parenting, kadang-kadang terjadi kondisi penumpukan cairan di dalam rongga dan di bawah kulit ibu maupun janin bersama dengan plasentanya. Bila ada retensi cairan di rongga dan bawah kulit, begitu juga plasentanya, maka mirror syndrome itu bisa disebut juga triple edema yang dapat mengancam nyawa ibu, janin, maupun keduanya.

Penyebab Mirror Syndrome Dalam Kehamilan

Ilustrasi plasenta. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi plasenta. Foto: Shutter Stock
Karena kondisi ini cukup langka, penyebab pastinya terkait mirror syndrome ini juga belum dipastikan. Namun, ada dugaan mirror syndrome disebabkan oleh gangguan imunologi, infeksi, anemia, dan yang paling sering ditemukan adalah hidrops janin.
Hidrops janin terjadi ketika cairan meninggalkan aliran darah janin, lalu menumpuk di rongga atau di bawah jaringan kulit janin. Namun, sebagian besar jadi lebih berisiko ketika wanita mengandung anak kembar. Karena, hidrops janin dapat disebabkan oleh Twin to Twin Transfusion Syndrome (TTTS). Dan hal inilah yang dialami Irish Bella pada kehamilan pertamanya.

Gejala Mirror Syndrome pada Ibu Hamil

Bagi para ibu hamil, inilah pentingnya untuk rutin melakukan USG, sebagai bentuk deteksi dini penyakit apa pun agar bisa segera mendapatkan pengobatan. Apalagi, sindrom ini berpotensi mengancam jiwa.
ilustrasi ibu hamil sakit. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
ilustrasi ibu hamil sakit. Foto: Shutterstock
Dengan diagnosis yang akurat menjadi kunci untuk mengurangi risiko bagi ibu hamil dan janinnya. Meski begitu, sejauh ini memang tidak ada tes khusus untuk mendiagnosis mirror syndrome. Namun lewat USG, dokter akan mengetahui apakah Anda memiliki cairan berlebih pada bagian plasenta.
Beberapa gejala umum mirror syndrome adalah:
- Mual dan muntah
- Tubuh membengkak
- Berat badan bertambah drastis
- Hipertensi
- Adanya protein dalam urine
Nah Moms, waspadai komplikasi serius termasuk preeklamsia yang mungkin dialami ibu hamil dan dapat memengaruhi cairan di paru-paru. Dan berhubung kondisi ini termasuk langka, maka pengobatannya pun tergantung pada kondisinya. Sebagian besar perawatannya tergantung pada tingkat keparahan preeklamsia dan hidrops janin. Bila dapat terdiagnosis dengan cepat, maka gejala mirror syndrome ini pun bisa dikurangi pada bayi dan ibu hamil.
------
Dapatkan informasi terupdate seputar dunia parenting dan motherhood setiap hari hanya di Moms Update! Cari tahu informasi lengkapnya di sosial media kumparanMOM! Klik di sini