Mom
·
17 November 2020 16:40

Apa Kabar Vaksin Corona? Moms, Ini 5 Update yang Perlu Kita Tahu

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Apa Kabar Vaksin Corona? Moms, Ini 5 Update yang Perlu Kita Tahu (14345)
Ilustrasi Sputnik V, vaksin virus corona dari Rusia. Foto: Shutter Stock
Kehadiran vaksin corona yang aman sangat dinanti-nanti, sebagai upaya pencegahan penyakit COVID-19. Ya Moms, hingga saat ini, pandemi corona belum berakhir.
ADVERTISEMENT
Pemerintah pun masih terus berusaha untuk bisa memberikan vaksin yang aman bagi masyarakat Indonesia. Beberapa vaksin juga sudah masuk ke tahap uji coba ke para relawan.
Lantas, sudah sejauh mana perkembangan vaksin corona di Indonesia? Berikut kumparanMOM merangkum beberapa update terkini seputar vaksin corona yang perlu diketahui orang tua.

Berita Terbaru Seputar Vaksin Corona

Indonesia Segera Umumkan Vaksin Corona yang Dipakai

Apa Kabar Vaksin Corona? Moms, Ini 5 Update yang Perlu Kita Tahu (14346)
Ilustrasi vaksin corona. Foto: Shutterstock
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan menyebut vaksinasi corona akan dimulai di minggu ketiga bulan Desember. Namun hingga kini, vaksin apa saja yang akan digunakan belum terungkap.
Sejauh ini ada beberapa kandidat vaksin yang disebut-sebut akan digunakan pemerintah Indonesia. Seperti dari Sinopharm, Sinovac, dan AstraZeneca.
ADVERTISEMENT
Selain itu, ada juga juga kemungkinan Indonesia bekerja sama dengan Pfizer, perusahaan asal Amerika Serikat. Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO) vaksin Pfizer efektif sampai 90 persen menimbulkan kekebalan buatan.
"Terkait kandidat vaksin yang akan digunakan secara luas di Indonesia akan segera diumumkan kepada publik," kata juru bicara pemerintah dan Satgas COVID-19 Prof. Wiku Adisasmito kepada kumparan, Rabu (11/11).
Prof. Wiku menjelaskan, keputusan tersebut masih menunggu sejumlah hal. Yang terpenting roadmap vaksinasi corona yang masih dibahas.
"Setelah finalisasi roadmap telah rampung (akan diumumkan)," ujar dia.
Nah Moms, di roadmap tersebut kabarnya telah diatur mengenai vaksin apa yang digunakan, jumlah vaksin, SOP, sistem distribusi, hingga jadwal. Termasuk di dalamnya akan tertera kebutuhan logistik dan SDM yang diperlukan.
ADVERTISEMENT

Pemerintah Pastikan Vaksin Sinovac Halal dan Aman

Apa Kabar Vaksin Corona? Moms, Ini 5 Update yang Perlu Kita Tahu (14347)
Ilustrasi vaksin corona dari Sinovac. Foto: Thomas Peter/REUTERS
Vaksin Sinovac jadi salah satu yang diunggulkan di Indonesia. Tapi, tak dapat dipungkiri, sampai saat ini masih ada sejumlah masyarakat yang ragu untuk mendapatkan vaksinasi karena faktor kehalalan.
Juru bicara Satgas COVID-19, Prof. Wiku Adisasmito, memastikan pemerintah terus memastikan vaksin corona yang akan digunakan aman dan halal. Bahkan, sudah ada tim yang dikirim ke China untuk memantau proses uji klinis dan kehalalan vaksin Sinovac.
Selain itu, Prof. Wiku Adisasmito juga menyebut vaksin memang memiliki risiko namun hanya bersifat kecil. Sehingga Anda tak perlu cemas, sebab manfaat yang akan diperoleh dari vaksin jauh lebih besar.
Ya, jika nanti uji klinis berhasil dan mulai diberikan, maka vaksin corona tak hanya melindungi diri sendiri namun juga seluruh masyarakat secara maksimal.
ADVERTISEMENT
"Risiko yang ditimbulkan vaksin sangat rendah dan manfaatnya jauh lebih tinggi. Apabila seseorang memperoleh vaksin COVID-19, maka vaksin tersebut tidak saja melindungi diri mereka, tapi juga orang lain yang tidak mendapatkan vaksinasi karena alasan-alasan tertentu, seperti alasan kesehatan," kata Wiku dalam konferensi pers virtual, beberapa waktu lalu.
Sejauh ini, uji klinis fase III vaksin Sinovac di Bandung oleh PT BIo Farma masih berjalan aman. Tim uji klinis memastikan belum ada laporan kejadian serius yang dirasakan oleh para relawan vaksin Sinovac, yang berkaitan dengan kegiatan vaksinasi.

Ada 32 Juta Orang yang Dapat Vaksin Corona Gratis

Apa Kabar Vaksin Corona? Moms, Ini 5 Update yang Perlu Kita Tahu (14348)
Ilustrasi vaksin corona. Foto: Shutterstock
Presiden Jokowi telah memastikan vaksinasi akan dimulai pekan ketiga Desember 2020. Di pekan itu, ditargetkan 9,1 juta orang akan disuntik. Pekan-pekan selanjutnya, makin banyak yang akan divaksinasi.
ADVERTISEMENT
Dalam rapat dengan DPR, Menkes Terawan Agus Putranto memaparkan salah satu bagian penting dari road map vaksinasi, yakni terkait sasaran dan jumlah populasi yang akan diimunisasi.
Terawan menjelaskan, imunisasi akan diberikan ke penduduk berusia 18-59 tahun. Namun tidak semua dari kelompok itu akan diimunisasi, yakni hanya 67 persen untuk mencapai kekebalan kelompok (herd immunity).
Ada 160 juta orang yang masuk kategori 18-59 tahun. Namun juga memenuhi syarat lain yakni: tanpa komorbid, tidak hamil, dan tak pernah terinfeksi COVID-19.
Berikut rincian penerima vaksin yang disampaikan Terawan:
A. Gratis
Tenaga Kesehatan: 1.251.734 orang.
Pelayan publik (TNI/Polri, Damkar, Petugas Bandara, Pelabuhan, dll: 4,422,331 orang.
Peserta BPJS PBI: 26.484.172 orang.
ADVERTISEMENT
Total yang dapat gratis: 32.158.276 orang.
B. Mandiri
Pelaku ekonomi lain: 75.048.268 orang.

Menkes Kerahkan 23 Ribu Nakes untuk Vaksinasi Corona ke 107 Juta Orang

Apa Kabar Vaksin Corona? Moms, Ini 5 Update yang Perlu Kita Tahu (14349)
Menkes Terawan saat berbicara soal IAR penanganan corona. Foto: WHO
Menkes Terawan memaparkan persiapan vaksinasi corona di Indonesia. Ia menyebut, hingga saat ini, sudah ada 23 ribu tenaga kesehatan yang sudah dilatih menjadi vaksinator khusus COVID-19.
"Untuk tenaga vaksinator, berjumlah yang saat ini sudah dilatih melalui ToT atau training for trainer adalah 23.145 tenaga kesehatan dari puskesmas dengan ratio layanan 1:20," tutur Terawan di rapat dengar pendapat di Komisi IX DPR RI, Selasa (17/11).
Nantinya, vaksin COVID-19 akan didistribusikan sesuai dengan tahap pelaksanaan imunisasi COVID-19 yang sudah rutin berjalan. Dari pusat, vaksin tersebut akan didistribusikan ke gudang vaksin di dinas kesehatan provinsi untuk disebar ke kabupaten/kota.
ADVERTISEMENT
"Dari dinas kesehatan kabupaten/kota, diteruskan ke puskesmas sesuai dengan ketersediaan vaksin dan kapasitas sarana cold chain penyimpanan vaksin di tingkat layanan. Untuk tingkatkan jejaring layanan, puskesmas bisa kerjasama dengan pelayanan kesehatan lainnya di wilayah kerjanya, RS pemerintah, RS swasta dan sebagainya," jelasnya.

Skema Pemberian Vaksin Corona Jalur Mandiri

Apa Kabar Vaksin Corona? Moms, Ini 5 Update yang Perlu Kita Tahu (14350)
Ilustrasi vaksin corona. Foto: Shutterstock
Seperti yang sudah dijelaskan di atas, terdapat dua skema vaksinasi bagi 160 juta penduduk berusia 18-59 tahun, yakni program subsidi secara gratis dan mandiri.
Vaksin mandiri ini memungkinkan masyarakat untuk bisa langsung membelinya dengan biaya sendiri, dengan harga yang akan ditentukan oleh pemerintah. Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menyebut khusus vaksin mandiri ini akan menyasar 75 juta orang.
"Melalui vaksin mandiri dengan sasaran 75 juta orang yang membutuhkan 172 juta dosis. Ini dua dosis per orang dengan menambahkan waste rate 15 persen," ujar Terawan dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR, Selasa (17/11).
ADVERTISEMENT
Terawan menjelaskan, pemerintah akan terlebih dahulu menetapkan jumlah sasaran dan kuota dari 70 persen kebutuhan vaksin corona. Kuota ini akan mempertimbangkan hasil survei kemampuan berbayar dan riset data komorbid.
"Pemerintah melakukan mobilisasi sasaran lewat sosialisasi dan surat kepada perusahaan maupun individu. Peserta mandiri baik individu atau perusahaan dapat memberikan informasi jumlah peserta dan informasi ini penting untuk perkiraan jumlah dan mobilisasi lebih lanjut," jelas Terawan.
Selanjutnya, pemerintah akan memberikan penugasan kepada pihak-pihak BUMN untuk penyediaan vaksin corona.
Sementara Dinas Kesehatan bertugas untuk memberikan bimbingan teknis dan pengawasan vaksinasi, baik di fasilitas layanan kesehatan pemerintah maupun swasta. Termasuk pengawasan penyediaan cold chain, losistik, vaksinator, pelatihan, hingga pelaporan.
ADVERTISEMENT
"Fasyankes melakukan pelaporan kepada pemerintah melalui puskesmas dan dinkes setempat. Jadi disimpulkan, Kemenkes telah menyiapkan peraturan, SDM, administrasi, logistik, jaringan fasyankes dan sistem monitoring evaluasi untuk pelaksanaan vaksinasi COVID-19," tutur dia.
Nah Moms, itulah beberapa update seputar vaksin corona di Indonesia. Semoga saja, penggunaan vaksin nantinya benar-benar bisa menekan kasus COVID-19. Sementara masih menunggu, jangan lupa untuk tetap menjalankan segala protokol kesehatan, terutama jika Anda atau keluarga sedang bepergian keluar rumah.