Apa Manfaat Mainan untuk Anak?
·waktu baca 2 menit

Mainan bisa jadi merupakan salah satu benda favorit banyak anak. Ya Moms, Anda mungkin pernah memperhatikan anak yang tidak bisa lepas dari mainannya. Ada pula yang menjadikan mainan seperti boneka sebagai teman tidurnya.
Ya, tak ada yang salah tentang bagaimana anak memperlakukan mainannya. Justru, mainan sebaiknya bisa menjadi bagian dari stimulasi untuk tumbuh kembang anak.
Dalam talkshow bertajuk “Manfaat Mainan sebagai Media Pembelajaran untuk Anak Usia Dini” yang diadakan oleh Toys Kingdom secara daring pada Kamis (16/6), psikolog klinis anak dan remaja Cecilia Sinaga, M. Psi menjelaskan bahwa mainan dapat menjadi stimulasi untuk aspek tumbuh kembang anak, yaitu kognitif, fisik, sosial, dan emosional. Seperti apa?
Manfaat Mainan untuk Menstimulasi Tumbuh Kembang Anak
1. Aspek Kognitif
Aspek kognitif berkaitan dengan stimulasi daya pikir dan daya ingat. Misalnya, saat pertama kali belajar tentang warna, akan lebih baik jika anak mempelajarinya lewat mainan daripada lewat video di gadget.
“Karena kalau dari mainan, anak bisa sentuh, bisa angkat mainannya, bisa simpan lagi, bisa gulingin mainannya. Sedangkan kalau lihat YouTube, anak hanya bisa diam, yang terstimulasi visualnya aja sama telinganya, jelas Cecil.
Selain itu, manfaat mainan dari segi kognitif yaitu mengasah kemampuan pemecahan masalah dan mengembangkan kreativitas dalam berpikir.
2. Aspek Fisik
Ada banyak jenis mainan yang melibatkan fisik anak, seperti mobil-mobilan, bola, hingga trampolin. Mainan-mainan tersebut dapat memberikan stimulasi gerak tubuh, melatih keseimbangan, dan membangun kemampuan anak untuk fokus dan berkonsentrasi.
3. Aspek Sosial-Emosional
Mainan juga dapat mendukung tumbuh kembang anak dari aspek sosial-emosional. Ya Moms, aktivitas bermain yang melibatkan interaksi dua arah dapat melatih anak untuk berempati, berinteraksi, kerja sama tim, hingga mengungkapkan emosi.
Dengan manfaat seperti itu, Cecil mengajak orang tua untuk lebih teliti dalam memberikan mainan dan membebaskan anak dalam bereksplorasi dengan mainan tersebut. Selain itu, orang tua juga perlu mendampingi anak saat bermain untuk membangun interaksi.
“Jadi, bermainlah sedini mungkin. Anak kita umur berapa, ajak main aja sesuai kemampuan anak,” pungkas Cecil.
