Kumparan Logo

Apa Penyebab Bayi Lahir Melebihi HPL?

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi bayi lahir melebihi HPL. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bayi lahir melebihi HPL. Foto: Shutter Stock

Ibu akan segera menyambut kelahiran bayi pada trimester ketiga kehamilan. Umumnya, bayi cukup bulan akan lahir pada minggu ke 37-42 kehamilan yang disebut aterm. Namun, tidak sedikit juga bayi yang lahir melewati tanggal jatuh tempo atau HPL.

Bayi yang lahir melewati HPL disebut kehamilan post-term atau serotinus yaitu, ketika bayi lahir di atas usia kandungan 42 minggu. Sebenarnya, kondisi ini tidak diketahui penyebab pastinya hingga saat ini. Namun, ada beberapa hal yang mungkin bisa meningkatkan faktor risiko bayi lahir lewat HPL yang perlu Anda ketahui.

Kemungkinan Penyebab Bayi Lahir Lewat HPL

Ilustrasi bayi lahir melewati HPL. Foto: Shutterstock

Riwayat kehamilan post-term

Mengutip Mayo Clinic, ibu dengan riwayat kehamilan post-term pada dirinya sendiri atau keluarga memiliki risiko untuk mengalami hal yang sama. Sebab, setiap kehamilan biasanya dipengaruhi oleh kehamilan sebelumnya, Moms. Jika anak pertama Anda lahir lewat HPL, maka kemungkinan bayi selanjutnya juga demikian.

Tidak ingat menstruasi terakhir

Umumnya, dokter akan menghitung usia kehamilan dengan melihat periode menstruasi terakhir ibu. Dengan itu pula dokter akan memperkirakan waktu kelahiran bayi nantinya. Namun, ketika ibu tidak yakin tentang periode menstruasi terakhirnya dan berapa lama itu berlangsung bisa membuat perkiraan dokter pun tidak tepat, Moms. Oleh karenanya, ketika ibu berpikir bahwa kehamilannya sudah melewati HPL, bisa jadi usia kehamilan Anda sebenarnya belum mencapai 40 minggu.

kumparan post embed

Bayi belum siap

Dalam beberapa minggu terakhir kehamilan, perubahan hormonal mendukung pengembangan jantung, paru-paru, kulit, dan organ lainnya yang dibutuhkan bayi untuk bertahan hidup di luar rahim. Inilah alasannya bayi prematur kerap membutuhkan bantuan alat untuk membantunya beberapa waktu setelah lahir.

Begitu pula dengan bayi cukup bulan, si kecil mungkin belum siap untuk lahir ke dunia karena fisiknya belum matang, Moms. Sehingga, mengutip dari Baby Gaga, jika Anda melewati sedikit HPL, dokter mungkin tidak akan langsung menginduksi persalinan melainkan menunggu selama beberapa waktu hingga tanda-tanda persalinan muncul.

Nah Moms, selain kemungkinan-kemungkinan tersebut, ada juga beberapa mitos yang muncul terkait kelahiran bayi melebihi HPL. Apa saja?

Mitos Seputar Bayi Lahir Melebihi HPL

Ilustrasi mitos kelahiran bayi melebihi HPL Foto: Shutterstock

Kehamilan pertama

Ada banyak pendapat yang mengatakan bahwa bayi mungkin akan lahir terlambat pada kehamilan pertama. Namun pendapat tersebut belum bisa dibuktikan kebenarannya. Penelitian di National Library of Medicine justru menunjukkan fakta lain. Yakni 60-100 wanita melahirkan pada, setelah, atau sebelum HPL pada kehamilan pertamanya.

Hamil bayi laki-laki

Salah satu mitos soal kehamilan yang terkenal adalah bahwa ibu hamil dengan bayi laki-laki akan melahirkan terlambat. Padahal, baik bayi laki-laki dan perempuan memiliki risiko yang sama untuk lahir melewati jatuh tempo. Jadi, sebaiknya fokus dengan tanggal HPL yang ditetapkan dokter dan jangan terlalu khawatir karena mitos ya, Moms.