Apa yang Menyebabkan Keguguran Berulang?
·waktu baca 2 menit

Ibu mana yang tidak ingin memiliki kehamilan yang sehat hingga waktunya melahirkan nanti. Namun sayangnya, beberapa ibu hamil harus merasakan kenyataan pahit karena mengalami keguguran. Bahkan, ada beberapa ibu hamil yang mengalami keguguran beberapa kali atau keguguran berulang.
Ya, keguguran yang dialami lebih dari dua kali, disebut juga keguguran berulang. Biasanya setelah mengalami tiga kali keguguran, ibu direkomendasikan melakukan pemeriksaan fisik menyeluruh.
Lantas, apa sebenarnya penyebab keguguran berulang yang bisa terjadi pada ibu hamil?
Penjelasan soal Penyebab Keguguran Berulang pada Ibu Hamil
Ada banyak kemungkinan penyebab keguguran berulang. Namun menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), sebagian besar penyebab keguguran karena embrio menerima jumlah kromosom yang tidak normal selama pembuahan.
Masalah genetik ini terjadi secara kebetulan, dan biasanya tidak ada kondisi medis yang menyertai. Selain masalah genetik, ada pula beberapa penyebab mengapa ibu hamil mengalami keguguran berulang.
Salah satunya adalah gangguan pembekuan darah, seperti lupus eritematosus sistemik dan sindrom antifosfolipid. Gangguan langka pada sistem kekebalan ini, mempengaruhi aliran darah ke plasenta, dan dapat menyebabkan pembekuan yang mencegah plasenta berfungsi dengan baik.
Kemudian, masalah kesehatan ini juga dapat membuat bayi kekurangan oksigen dan nutrisi penting, yang dapat menyebabkan keguguran. Seperti dikutip dari Tommy’s, masalah tiroid juga dapat meningkatkan risiko keguguran dan komplikasi kehamilan lainnya.
Selain itu, masalah rahim juga bisa membuat ibu hamil mengalami keguguran berulang, dan juga kelahiran prematur. Ini biasanya dapat didiagnosis saat Anda melakukan USG. Nah Moms, jika Anda memiliki riwayat keguguran, maka hal itu berisiko membuat Anda mengalami lemah serviks, dan meningkatkan risiko keguguran berulang.
Bukan hanya terkait masalah medis, risiko keguguran berulang juga dapat dialami oleh ibu hamil berusia di atas 35 tahun. Sehingga untuk mengatasinya, Anda perlu melakukan serangkaian skrining atau tes sebelum memutuskan hamil, apalagi jika sebelumya pernah mengalami keguguran. Cara ini perlu dilakukan untuk menekan risiko keguguran berulang, Moms.
