Apakah Ada ASI Booster yang Aman untuk Ibu Hamil?

13 Januari 2022 16:54
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Ibu hamil minum teh Foto: Thinkstock
zoom-in-whitePerbesar
Ibu hamil minum teh Foto: Thinkstock
ADVERTISEMENT
Bisa menyusui dan memberikan ASI yang cukup untuk bayi pastinya jadi hal yang diharapkan banyak ibu. Sehingga, tak jarang jika beberapa ibu hamil mungkin sudah mulai mencari ASI booster untuk dikonsumsi agar bisa menyusui bayi dengan lancar nantinya.
ADVERTISEMENT
Ya Moms, hal ini banyak dilakukan ibu hamil, karena percaya dengan mengonsumsi ASI booster sebelum melahirkan, maka produksi ASI pun akan lancar nantinya. Lantas, apa ya ASI booster yang aman dikonsumsi ketika hamil?

Penjelasan soal ASI Booster yang Aman untuk Ibu Hamil

ibu hamil minum teh Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
ibu hamil minum teh Foto: Shutterstock
Jika ingin mengonsumsi ASI booster obat-obatan atau herbal saat hamil, lebih baik jangan dulu dikonsumsi, Moms. Sebab, menurut Dokter Spesialis Anak dan Konsultan Menyusui, dr. Wiyarni Pambudi SpA IBCLC, ibu hamil tidak perlu mengonsumsi ASI booster.
“Kalau belum ada bayi, ngapain di-booster? Mubazir. Ya logikanya, kalau nanti payudara penuh siapa yang ngosongin? Malah bikin masalah baru,” jelasnya saat dihubungi kumparanMOM beberapa waktu lalu.
Sehingga, tidak ada ASI booster yang aman untuk ibu hamil. Sebab seperti yang dijelaskan dr. Wiyarni, mengonsumsi ASI booster justru hanya menambah masalah baru. Jadi, ibu hamil cukup mengonsumsi suplemen atau vitamin kehamilan yang diresepkan dokter saja.
ADVERTISEMENT
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Jika ingin produksi ASI lancar setelah melahirkan, pastikan dokter yang membantu Anda saat melahirkan memberikan waktu untuk melakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) sesegera mungkin setelah persalinan dengan tata laksana yang benar.
IMD merupakan proses di mana bayi yang baru lahir diletakkan di atas perut ibu, sehingga bayi mendapat kesempatan bergerak secara alami dituntun oleh nalurinya sendiri untuk mencari puting susu ibu lalu kemudian menyusu.
Ilustrasi Bayi IMD. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Bayi IMD. Foto: Shutter Stock
Menurut laman Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI), hal yang penting dalam proses IMD adalah terjadinya kontak kulit (skin-to-skin contact) antara bayi dan ibu. Bayi mendapatkan bakteri-bakteri baik dari dada ibu yang bermanfaat bagi pencernaannya yang masih rentan.
Selain itu manfaat besar dari kontak kulit ini adalah meningkatkan rasa percaya diri ibu sehingga bisa melancarkan ASI. Kontak kulit juga bisa menciptakan keintiman yang lebih dalam antara bayi dan ibu.
ADVERTISEMENT
Karenanya, IMD harus dilakukan sekurang-kurangnya 60 menit agar ibu dan bayi bisa mendapatkan kesempatan kontak kulit yang optimal dan melakukan proses menyusu sesegera mungkin pada saat refleks menghisap bayi muncul.
Kemudian, kunci agar produksi ASI melimpah adalah supply and demand, Moms. Itu artinya, semakin sering menyusui bayi, maka semakin banyak juga produksi ASI. Ya, rasa nyaman dan percaya diri bisa jadi ASI booster terbaik, sebab jika ibu sedih dan cemas, produksi ASI pun akan menurun.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020