Kumparan Logo

Apakah ASI Bisa Habis?

kumparanMOMverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
ilustrasi ASI perah Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
ilustrasi ASI perah Foto: Shutterstock

Ibu mana yang tak ingin bisa memproduksi ASI berlimpah agar bayi dapat tercukupi kebutuhannya? Sebab ASI merupakan makanan terbaik dan paling cocok untuk bayi di enam bulan pertama kehidupannya. Proses menyusui juga memberi bayi muapun ibu banyak manfaat.

Namun dalam perjalanan menyusui, tak sedikit ibu mengalami tantangan atau masalah. Di antaranya, soal produksi ASI yang sedikit. Hal ini dapat membuat ibu merasa cemas, takut ASI-nya akan habis!

Tapi, apakah benar ASI bisa habis?

Ilustrasi ibu menyusui. Foto: Shutter Stock

ASI Tak Akan Pernah Habis

Dokter sekaligus Konselor Laktasi, dr. Sara Elise Wijono, Mres mengatakan bahwa ASI tak akan pernah habis selama ibu rutin mengosongkan payudara. Pengosongan ini dapat dilakukan dengan cara menyusui langsung atau direct breastfeeding dan memompa.

"Karena prinsip produksi ASI akan terus dibuat jika rutin dikosongkan," kata dr. Sara ketika dihubungi kumparanMOM pada Rabu (30/9).

Hanya saja, menurut dokter yang praktik di RSIA Bina Medika, Bintaro, Tangerang Selatab ini produksi ASI mungkin saja bisa terhenti. Kondisi ini pun bisa disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satunya, saat masa menyapih anak.

Ilustrasi memerah ASI dengan payudara. Foto: Shutterstock

Yang Perlu Dipahami Soal Produksi ASI

Kita juga perlu tahu Moms, ada dua hormon yang berpengaruh dalam hal kelancaran ASI, yaitu hormon prolaktin dan oksitosin. Prolaktin diartikan sebagai hormon yang membuat sel-sel produksi ASI dapat bekerja secara maksimal. Sedangkan hormon oksitosin memiliki peran untuk merangsang keluarnya ASI. Dalam istilah lain, hormon ini juga biasa disebut hormon cinta. Karena kehadirannya sangat dipengaruhi oleh suasana hati ibu.

"Kalau memang pengosongannya berkurang, kemudian lama-lama berhenti, misalnya saat menyapih, maka produksi ASI pun akan berkurang dan lama-lama berhenti," pungkasnya.

Kendati seiring bertambahnya usia si kecil ia mungkin saja jarang menyusu --apalagi sudah diberikan MPASI, namun rupanya produksi ASI Anda tetap bekerja, Mom. Meski tak dapat dipungkiri pula hasilnya mungkin saja akan berkurang. Karena prinsip dari menyusui adalah supply by demand. Artinya jika permintaan dari bayi sedikit, maka ASI yang diproduksi juga pasti sedikit.

"Kalau menyusui jarang, kemungkinan produksinya yang berkurang. Tapi, selama tetap dikosongkan, ASI akan terus produksi," imbuh dr. Sara.

Ibu menyusui sambil memompa ASI Foto: Shutterstock

Tips Agar ASI Tidak 'Habis'

Jadi, anggapan soal ASI bisa habis itu tak benar, ya, Moms --selama Anda rutin mengosongkan payudara dengan cara menyusui langsung atau memompa. Dr. Sara menyarankan, apabila bayi Anda masih berusia di bawah 6 bulan sebaiknya Anda dapat mengosongkan payudara setidaknaya 2-3 jam sekali. Hal ini agar produksi ASI lancar sehingga kebutuhan si kecil pun tercukupi.

"Pada prinsipnya menyusui mengikuti sinyal lapar dari bayi atau anak. Jadi, kalau anak yang lebih besar, misalnya 1 tahun, pasti menyusunya akan lebih jarang," tutupnya.

kumparan post embed