Kumparan Logo

Apakah Bayi Sungsang Masih Bisa Dilahirkan Normal?

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi breast style ibu hamil. Foto: Caftor/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi breast style ibu hamil. Foto: Caftor/Shutterstock

Posisi bayi sungsang sering menjadi salah satu kekhawatiran ibu hamil menjelang persalinan. Sebab, banyak ibu yang ingin melahirkan normal atau pervaginam, jadi cemas tidak bisa melakukannya karena hal tersebut. Sebenarnya selama kehamilan, posisi bayi masih bisa terus berubah-ubah. Namun di hari-hari jelang kelahiran, posisi bayi biasanya sudah tetap dan normalnya kepala bayi sudah berada di bawah jalan lahir. Ya Moms, posisi bayi dikatakan sungsang bila bokong atau pantatnya berada di bawah jalan lahir. Menurut Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan, dr. Andrew Christian, SpOG, meskipun sungsang, ibu masih berpeluang melahirkan pervaginam, namun ada beberapa yang harus diperhatikan. “Misalnya ukuran bayi tidak terlalu besar, panggul ibu cukup luas, dan tidak ada penyulit lain baik dari sisi ibu maupun janin,” kata dr. Andrew kepada kumparanMOM (18/9). Meski begitu, melahirkan pervaginam dengan posisi bayi sungsang memang lebih berisiko. Oleh karena itu, keputusan untuk melahirkan secara pervaginam atau operasi caesar perlu dipertimbangkan bersama dokter sesuai kondisi masing-masing ibu.

Penyebab Bayi Sungsang

Ilustrasi ibu hamil mengalami kontraksi. Foto: kittirat roekburi/Shutterstock

Ada beberapa faktor yang membuat bayi berada dalam posisi sungsang, di antaranya:

  1. Volume ketuban yang terlalu banyak atau terlalu sedikit

  2. Kehamilan kembar

  3. Kelainan bentuk rahim bawaan

  4. Mioma pada rahim dengan ukuran besar

  5. Plasenta atau kondisi lain yang menutupi jalan lahir

Nah Moms, jika pada pemeriksaan USG di usia kehamilan lebih dari 30 minggu, janin masih ada di posisi sungsang, ada beberapa cara alami yang bisa dicoba, seperti:

  1. Melakukan gerakan knee–chest position (posisi sujud dengan lutut dan dada menempel lantai)

  2. Melakukan gerakan breech tilt (pantat lebih tinggi dari dada, biasanya dengan bantuan bantal)

  3. Lakukan kedua gerakan ini sekitar 15 menit, terutama saat janin sedang aktif bergerak.

Selain itu, dr. Andrew juga menekankan pentingnya menjaga hidup ibu:

  1. Minum cukup air 2–3 liter per hari untuk memastikan cairan ketuban cukup.

  2. Menjaga pola makan dengan diet rendah gula, agar janin tidak terlalu besar dan memudahkan persalinan.