Apakah Fobia Bisa Menurun dari Orang Tua ke Anak?

20 September 2021 17:33 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Apakah Fobia Bisa Menurun dari Orang Tua ke Anak? Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Apakah Fobia Bisa Menurun dari Orang Tua ke Anak? Foto: Shutter Stock
ADVERTISEMENT
Fobia merupakan ketakutan yang intens, berlebihan, dan terus-menerus terhadap suatu objek atau situasi yang cukup umum. Today’s Parent melansir, Asosiasi Psikologi Kanada mengatakan bahwa biasanya fobia dialami seseorang sejak kecil dan berlanjut hingga mereka menginjak usia dewasa, bahkan setelah memiliki anak.
ADVERTISEMENT
Fobia dapat secara serius mengganggu hidup seseorang. Setelah setelah memiliki anak misalnya, bisa saja seseorang yang memiliki fobia bisa saja melarang anaknya melakukan sesuatu yang ia takuti. Padahal, sang anak belum tentu takut pada hal-hal tersebut.
Lantas, apakah fobia pada orang tua dapat diwariskan pada anak?

Orang Tua Bisa Mewariskan Fobia pada Anaknya

Orang Tua Dapat Wariskan Fobia pada Anaknya, Benarkah? Foto: Shutter Stock
Randi McCabe, psikolog dan direktur klinik pengobatan dan penelitian kecemasan di St. Joseph's Healthcare di Hamilton, Ontario menjelaskan anak-anak bisa mewarisi kerentanan biologis terhadap gangguan kecemasan, termasuk fobia yang dialami oleh orang tuanya.
“Ini ada kaitannya dengan biologi dan gen. Kecemasan muncul secara alami dalam keluarga, dan kami tahu ada komponen genetik di dalamnya,” kata Randi.
ADVERTISEMENT
Selain itu, pengalaman hidup anak juga dapat menjadi pemicunya. Misalnya, ketika orang tua menunjukkan ketakutannya di depan anak-anak, mereka mungkin akan ikut merasa takut pada hal tersebut.
Sebab, ketika anak melihat orang tuanya mengalami kejadian yang membuat fobianya kambuh, ini dapat membuat anak mengembangkan fobianya juga, Moms. Menurut Randi, hal itu disebut sebagai akuisisi perwakilan dalam dunia psikologi.
Orang Tua Dapat Wariskan Fobia pada Anaknya, Benarkah? Foto: Shutter Stock
“Cara orang tua berperilaku dalam situasi tertentu akan membuat anak-anak memperhatikan dan menyerapnya secara otomatis. Jika orang tua takut, seringkali anak juga akan mengembangkan rasa takut akan situasi itu,” lanjut Randi.
Bahkan, hanya dengan mendengar komentar atau cerita dapat membuat anak-anak lebih rentan untuk mengembangkan fobia orang tuanya.
Misalnya ketika Anda mengatakan pada si kecil, “Mama tidak pernah naik eskalator karena itu membuat mama takut” maka anak akan berpikir bahwa eskalator merupakan hal yang menyeramkan.
ADVERTISEMENT
Oleh karenanya, menurut Randi bukanlah hal yang buruk ketika orang tuanya memilih untuk menyembunyikan fobianya dari anak-anak.
Selain dapat memperkecil risiko anak mengembangkan fobia, ini juga sebagai terapi untuk membantu orang tua meringankan fobianya, karena tidak akan sering dibicarakan lagi di dalam keluarga.
Penulis: Hutri Dirga Harmonis