Apakah Ibu Hamil Akan Diberi Vaksin Corona?

Pemerintah semakin gencar mengampanyekan pemberian vaksin corona untuk masyarakat. Bahkan, Presiden Joko Widodo bakal jadi orang pertama di Indonesia yang disuntik vaksin corona. Vaksinasi terhadap Presiden Jokowi dilakukan Rabu pekan depan, (13/1).
"Penyuntikan pertama akan dilakukan pada Rabu depan (13/1), di Jakarta oleh Bapak Presiden," kata Menkes Budi dalam siaran pers Kemendagri, Selasa (5/1).
Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono menjelaskan bahwa nantinya Jokowi bakal disuntik vaksin Sinovac. Meski, vaksin ini masih dalam tahap menunggu izin darurat dari BPOM.
"Vaksin Sinovac," kata Heru kepada kumparan.
Untuk menjamin mutu vaksin corona yang disebarkan di seluruh Indonesia, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melakukan pengawasan mulai dari bahan baku, proses pembuatan, hingga vaksin tersebut memenuhi standar penilaian mutu secara internasional.
Dalam siaran persnya pada Senin (4/1), Juru Bicara Vaksinasi Corona dari BPOM, Rizka Andalusia mengatakan, salah satu yang dilakukan BPOM adalah dengan inspeksi langsung sarana produksi vaksin.
"Berdasarkan hasil evaluasi mutu yang dilakukan BPOM, dapat dipastikan vaksin ini tidak mengandung bahan-bahan berbahaya misalnya pengawet, boraks dan formalin," ujar Rizka.
Meski begitu, pemberian vaksin corona tidak direkomendasikan untuk semua jenis usia dan kalangan. Bagaimana dengan ibu hamil?
Vaksin Corona untuk Ibu Hamil
Saat masih menjadi Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto, menegaskan vaksin Sinovac tak disarankan untuk diberikan kepada orang dengan penyakit bawaan (komorbid) hingga ibu hamil. Rekomendasi tersebut, menurut Terawan, telah disesuaikan dengan enam rekomendasi yang dikeluarkan oleh Indonesian Technical Advisory Group on Immunization atau ITAGI terkait tata laksana pemberian vaksin COVID-19.
"Pemberian imunisasi untuk kelompok komorbid, ibu melahirkan dan menyusui belum ada data pendukung keamanannya," ujar Terawan dalam rapat bersama Komisi IX DPR, Kamis (10/12).
Ya Moms, untuk menjadi relawan uji klinis vaksin corona Sinovac harus memenuhi syarat tertentu, termasuk kondisi fisik yang sehat dan prima. Kesehatan para relawan uji klinis vaksin corona juga terus diawasi tim peneliti.
Ketua Tim Riset Uji Vaksin Sinovac, Prof Kusnandi Rusmil, mengatakan, uji klinis vaksin Sinovac sejauh ini belum bisa diberikan ke anak-anak, bayi, maupun ibu hamil. Sebab, belum ada uji terkini yang menyatakan vaksin tersebut aman diterapkan ke kelompok tertentu.
"Belum (bisa) diuji coba ke anak-anak, sekarang uji cobanya umur 18 sampai 59 (tahun), belum ke anak-anak. Ibu hamil juga belum karena kita belum mengizinkan," ujar Kusnandi dalam program To The Point kumparan beberapa waktu lalu.
Jumlah Masyarakat yang Akan Divaksin Corona
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan target orang Indonesia divaksin corona mulai tahun 2021. Kini targetnya bertambah dari 107 juta orang menjadi 181 juta orang.
"Dari 269 juta rakyat indonesia, kalau kita ingin kejar herd immunity usia di atas 18 tahun, ada 188 juta orang," kata Budi dalam jumpa pers virtual, Selasa (29/12).
Angka ini lebih banyak dari yang ditarget Menkes sebelumnya Terawan Agus Putranto. Sebab, orang berkategori lansia kini masuk kelompok yang bisa divaksin.
Pertengahan November lalu, Terawan menyebut mereka yang divaksin dibatasi usia 18-59 tahun. Jadi jumlahnya mencapai 160 juta orang, batas minimal herd immunity 70 persen.
Lalu dikurangi orang dengan komorbid, tak pernah terinfeksi COVID-19 dan mereka yang tengah hamil, didapatlah angka 107 juta orang.
Angka berbeda diungkapkan Budi seperti yang disampaikan di awal 188 juta orang, termasuk lansia. Setelah itu, angka tersebut dikurangi mereka dengan komorbid berat, penyintas COVID-19, dan ibu hamil dengan kategori eksklusi.
"Jadi target vaksinasi adalah 181 juta rakyat," ungkap Budi.
Ya Moms, semoga saja pemberian vaksin corona ini bisa jadi angin segar di tengah pandemi yang hingga kini belum usai.
