Apakah Semua Ibu Hamil Bisa Melahirkan dengan Metode ERACS?

9 Desember 2021 16:13
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Apakah Semua Ibu Hamil Bisa Melahirkan dengan Metode ERACS? (37261)
zoom-in-whitePerbesar
Apakah Semua Ibu Hamil Bisa Melahirkan dengan Metode Operasi Caesar ERACS? Foto: Pixabay
Beberapa waktu terakhir, metode persalinan dengan Enhanced Recovery After Caesarean Section atau ERACS sedang ramai diperbincangkan. Beberapa selebriti tanah air pun diketahui menggunakan metode ERACS saat melahirkan. Di antaranya: Nagita Slavina, Nola 'B3', Cherly Juno, hingga Felicya Angelista.
ADVERTISEMENT
Ya Moms, ERACS merupakan operasi caesar namun diklaim bisa membuat ibu pulih lebih cepat. Metode persalinan ini memang masih terbilang baru. Meski begitu, sudah ada beberapa rumah sakit yang menyediakan layanan ini.
Tak hanya diklaim dapat mempercepat pemulihan, tapi metode ERACS juga dapat meminimalkan rasa nyeri dan mendukung fungsi alami tubuh.
Namun yang jadi pertanyaan adalah, apakah semua ibu hamil bisa melahirkan dengan metode ERACS? Yuk, simak dulu penjelasan dari dokter di bawah ini, Moms.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Apakah Semua Ibu Hamil Bisa Melahirkan dengan Metode ERACS? (37262)
zoom-in-whitePerbesar
Apakah Semua Ibu Hamil Bisa Melahirkan dengan Metode Operasi Caesar ERACS? Foto: Shutterstock

Kata Dokter soal Kriteria Ibu Hamil yang Bisa Melahirkan dengan Metode ERACS

Meski memiliki sejumlah keunggulan, metode ERACS tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Ya Moms, sebelum Anda memutuskan ingin menggunakan metode ini, sebaiknya berkonsultasi terlebih dulu ke dokter.
ADVERTISEMENT
Sebab menurut Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan, dr. Muhammad Fadli, SpOG, yang bisa menggunakan metode ERACS hanyalah ibu hamil dengan kehamilan cukup bulan dan direncanakan operasi elektif dengan kehamilan yang memiliki risiko yang minimal.
"Tidak semua operasi caesar dapat menggunakan metode ERACS. Ada beberapa kasus, seperti keracunan kehamilan, plasenta akreta ataupun kasus emergency lainnya," kata dr. Fadli kepada kumparanMOM, Minggu (5/12).
Selain itu, ibu hamil dengan kondisi atau mengalami preeklamsia, tekanan darah tidak terkontrol, eklamsia, anemia berat, diabetes tidak terkontrol, hingga pasien dengan gangguan kecemasan tinggi disarankan untuk tidak menggunakan metode ERACS saat melahirkan.
Maka dari itu, penting untuk melakukan pemeriksaan ke dokter terkait kondisi kesehatan atau riwayat penyakit yang Anda miliki, Moms. Nantinya, dokter akan mempertimbangkan terkait metode persalinan apa yang aman dan tentunya baik untuk keselamatan Anda maupun bayi di dalam kandungan.
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020