Apakah Susu UHT Aman untuk Anak Balita?
ยทwaktu baca 2 menit

Banyak orang tua yang bertanya-tanya, apakah aman memberikan susu UHT untuk balita? Ya Moms, setelah melewati usia 2 tahun dan anak tak lagi minum ASI, banyak orang tua yang memberikan tambahan nutrisi pada si kecil dengan memberikan susu setiap hari. Sebagian lainnya ada yang memberikan susu UHT atau susu formula, disela minum ASI. Namun apakah susu UHT aman untuk anak? Nah, menurut American Academy of Pediatrics (AAP), susu sapi termasuk susu UHT, aman diberikan pada anak usia lebih dari 1 tahun, asalkan anak sudah terbiasa makan makanan padat dan tumbuh dengan baik, Moms. Hal ini dikarenakan sistem pencernaan balita masih belum matang dan ginjalnya belum siap menyaring beban protein serta mineral tinggi dari susu sapi. Namun, susu UHT bisa diperkenalkan lebih awal (usia lebih dari 6 bulan) hanya sebagai campuran dalam MPASI, bukan sebagai minuman utama. Di bawah usia 1 tahun, ASI eksklusif atau susu formula tetap menjadi pilihan terbaik.
Potensi Risiko Susu UHT untuk Balita
Walaupun aman untuk anak usia di atas 1 tahun, ada beberapa risiko yang perlu diperhatikan:
Beban pada ginjal Untuk bayi di bawah 1 tahun, protein dan mineral pada susu sapi/UHT bisa terlalu berat untuk ginjal. Risiko anemia
Kandungan zat besi pada susu UHT lebih rendah dibanding ASI atau susu formula fortifikasi. Jika dijadikan sumber utama sebelum usia 1 tahun, anak bisa berisiko anemia.
Kehilangan vitamin sensitif panas Proses pemanasan UHT dapat mengurangi vitamin tertentu seperti B12 dan tiamin, meski secara keseluruhan tetap memenuhi kebutuhan dasar.
Kandungan yodium rendah pada susu UHT organik Studi internasional menyebut susu UHT organik bisa memiliki kadar yodium lebih rendah. Bila asupan yodium tidak cukup, hal ini dapat memengaruhi perkembangan otak anak.
Tips Aman Memberikan Susu UHT untuk Balita
Agar lebih aman dan bermanfaat, ikuti tips berikut:
Pilih full cream untuk balita di bawah 2 tahun, karena mereka masih membutuhkan lemak untuk pertumbuhan otak dan saraf.
Hindari susu UHT dengan tambahan gula, pewarna, atau perasa buatan. Jangan jadikan susu UHT sebagai pengganti ASI sebelum usia 1 tahun atau sebagai satu-satunya sumber cairan.
Pantau reaksi alergi seperti ruam, muntah, atau diare. Jika muncul gejala, segera hentikan dan konsultasikan ke dokter.
Kombinasikan dengan makanan bergizi seimbang, terutama sumber zat besi dari daging, sayuran hijau, dan buah
