Kumparan Logo

Arkana Anak Ridwan Kamil Alami Trauma, Pahami Etika Ketika Bertemu Anak Lain!

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menggendong putra bungsunya Arkana Aidan Misbach di kawasan Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (6/6/2022). Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menggendong putra bungsunya Arkana Aidan Misbach di kawasan Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (6/6/2022). Foto: Dok. Istimewa

Ridwan Kamil kini menghabiskan waktu lebih banyak untuk keluarganya selepas tidak lagi menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat. Pria yang akrab disapa Kang Emil itu juga beberapa kali membagikan momen sedang menghabiskan waktu dengan anak-anaknya, termasuk Arkana.

Arkana adalah putra bungsu Ridwan Kamil, yang diangkat menjadi anaknya pada Juli 2020. Meski begitu, Kang Emil dan istrinya, Atalia Praratya, begitu menyayanginya, Moms.

Dan baru-baru ini, Ridwan Kamil mengunggah sebuah video sedang berjalan-jalan dengan Arkana. Namun, pada kolom captionnya, pria berusia 52 tahun itu menyebut Arkana sedang mengalami trauma.

"BU-IBU. Anak kecil ini sekarang mengalami trauma kecil. Dia takut jika bertemu ibu-ibu, apalagi berombongan," tulis Kang Emil dikutip dari Instagramnya @ridwankamil.

Kang Emil menjelaskan alasannya. Ia menyebut ibu-ibu kerap ingin menyentuh Arkana secara fisik, sehingga membuat anak berusia tiga tahun itu tidak nyaman.

"Karena kebanyakan ibu-ibu tidak bisa mengontrol tangannya untuk memeluk, menjawil, nyucek2 rambut, menepok dan gestur fisik lainnya," kata dia.

Akibat kejadian tersebut, Ridwan Kamil mengingatkan para ibu agar anak tidak selalu suka disentuh fisik oleh orang lain.

"Mohon jangan selalu beranggapan bahwa anak kecil akan menyukai hal-hal tersebut ya," tutur Kang Emil.

instagram embed

Masih dalam unggahan yang sama, Kang Emil membagikan momen sedang menghabiskan waktu dengan berjalan-jalan naik sepeda motor. Kang Emil menyetir sebuah motor Vespa kuning, sementara Arkana di depannya. Tidak lupa, mereka berdua mengenakan helm.

Keduanya mengunjungi beberapa tempat, seperti ke taman dan membeli es krim. Emil juga berusaha menjaga Arkana agar tidak banyak berinteraksi dengan orang lain. Hal ini juga sekaligus dapat membangun kembali rasa aman untuk si kecil saat berada di luar ruangan.

Dari Kejadian Anak Ridwan Kamil, Yuk Pahami Etika Ketika Bertemu dengan Anak-anak Lain!

Nah Moms, siapa yang masih suka memegang tubuh, mencubit, memeluk, atau mencoba kontak fisik saat bertemu anak orang lain? Belajar dari kejadian yang diceritakan Ridwan Kamil, perlu diingat bahwa kebiasaan tersebut bisa membuat anak tidak nyaman diperlakukan seperti itu, Moms.

Maka dari itu, yuk pahami apa saja etika saat berinteraksi dengan anak-anak lain:

  • Hindari menyentuh bayi, balita, atau anak-anak yang sudah lebih besar meski Anda gemas. Sebagai gantinya, Anda bisa mengalihkan dengan memberi pujian dan sampaikan lewat kata-kata.

  • Hindari memeluk dan mencium tanpa seizin orang tuanya. Ingat bahwa bibir bisa menjadi sarang kuman, sehingga bila sedang tidak sehat, Anda bisa menularinya pada si kecil yang kekebalan tubuhnya belum sekuat orang dewasa.

  • Pastikan tangan dalam kondisi bersih bila sudah diizinkan untuk memegang anak. Hindari bersentuhan saat Anda sedang tidak sehat.

  • Bila Anda diizinkan untuk memegang anak itu, pastikan lakukan dengan hati-hati dan jangan sampai melukainya. Namun, ketika anak terlihat tidak nyaman, kembalikan pada orang tuanya.

  • Akan tetapi, apabila orang tua anak tersebut melarang menyentuh atau menggendongnya, maka jangan tersinggung ya, Moms.

Ilustrasi anak dan tante. Foto: Selfmade studio/Shutterstock.

Sementara bagi anak-anak balita atau yang sudah lebih besar, Anda juga bisa mengajarkan tentang persetujuan dan batasan saat bertemu dengan orang lain. Hal ini penting agar anak bisa melindungi dirinya sendiri dan mencegah mengalami tindakan kurang menyenangkan, seperti pelecehan seksual.

Beberapa cara mengajari anak seputar batasan ini, antara lain:

1. Jelaskan tentang Area Privat

Beri penjelasan tentang bagian tubuh yang harus dilindungi dan tidak boleh disentuh orang lain. Seperti mulut, dada atau payudara pada perempuan, bokong, hingga alat kelamin

2. Beri Tahu Siapa yang Boleh Menyentuh

Tegaskan yang boleh menyentuh hanya orang tua, dokter, atau pengasuh yang sudah dipercaya

3. Ajarkan Menolak Secara Sopan

Saat merasa tidak nyaman dengan tawaran peluk, cium, atau permintaan izin dari orang lain, maka anak boleh menggeleng, menarik badan, atau berkata ‘Tidak boleh” secara sopan.

Jangan lupa lakukan kebiasaan di atas serta mengajari anak lewat aktivitas sehari-hari. Sehingga, Anda dan keluarga akan lebih terbiasa melakukannya, Moms.