Kumparan Logo

ASI Mulai Keluar saat Hamil seperti Alyssa Daguise? Ini yang Perlu Dilakukan!

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi ASI merembes. Foto: HenadziPechan/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ASI merembes. Foto: HenadziPechan/Shutterstock

Moms, ASI (Air Susu Ibu) sebenarnya sudah mulai diproduksi sejak masa kehamilan, lho. Cairan ini disebut kolostrum, yang umumnya berwarna kuning dan memiliki tekstur lebih kental dibanding ASI matang.

Fenomena ini juga dialami oleh selebgram sekaligus istri aktor Al Ghazali, Alyssa Daguise. Melalui akun Threads pribadinya, @alyssadaguise, ia membagikan bahwa ASI-nya mulai merembes menjelang persalinan.

Lalu, sebenarnya sejak kapan kolostrum mulai diproduksi? Dan apakah normal jika ASI belum keluar hingga mendekati waktu kelahiran?

Pembentukan Kolostrum pada Tubuh Ibu

Kolostrum. Foto: Shutterstock

Menurut dokter spesialis anak sekaligus konselor laktasi, dr. Aisya Fikritama, SpA, kolostrum sudah mulai diproduksi sejak usia kehamilan 16–20 minggu atau trimester kedua.

“Kolostrum sudah diproduksi sejak kehamilan, tetapi produksi aktif biasanya terjadi setelah melahirkan, ketika plasenta sudah keluar,” jelas dr. Aisya kepada kumparanMOM, Selasa (7/4).

Meski begitu, tidak semua ibu mengalami kolostrum yang keluar sebelum melahirkan. Kondisi ini masih tergolong normal, Moms, sehingga tidak perlu merasa khawatir.

Kolostrum sering disebut sebagai cairan emas karena kandungan gizinya yang sangat padat. Oleh karena itu, kolostrum memiliki berbagai manfaat penting bagi bayi, seperti:

  • Kaya antibodi (IgA) untuk melindungi bayi dari infeksi

  • Melapisi saluran cerna bayi sebagai perlindungan alami

  • Membantu pengeluaran feses pertama (meconium)

  • Mengurangi risiko bayi kuning

  • Mendukung sistem imun sejak hari pertama kehidupan

Warna kuning pada kolostrum berasal dari beta karoten yang baik untuk daya tahan tubuh bayi nantinya.

Perlukah Kolostrum Ditampung?

Ya, Moms, kolostrum sebaiknya tidak dibuang. Dalam kondisi tertentu, kolostrum bisa ditampung melalui metode antenatal colostrum expression, terutama jika ibu memiliki kondisi diabetes atau bayi yang kekurangan nutrisi.

Untuk menampungnya bisa dilakukan dengan cara sebagai berikut:

  • Cuci tangan terlebih dahulu

  • Gunakan teknik perah manual (bukan pompa)

  • Tampung di wadah steril atau botol ASI

  • Simpan di kulkas atau freezer dan beri label tanggal

“Namun, sebaiknya jika melakukan ini harus dengan arahan tenaga kesehatan. Dan jika kolostrum hanya keluar sedikit tidak perlu ditampung,” pesan dr. Aisya.