Kumparan Logo

Bagaimana Cara Bayi Tahu Namanya?

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bayi perempuan. Foto: mama88/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Bayi perempuan. Foto: mama88/Shutterstock

Orang tua mungkin bertanya-tanya kapan bayi bisa mengetahui namanya. Sebab, mereka sangat menanti momen ketika si kecill akan menoleh jika ayah atau ibu memanggilnya. Betul tidak, Moms?

Dalam hal ini, orang tua memang perlu bersabar. Mengutip BabyCenter, umumnya bayi mulai mengetahui namanya sendiri pada usia 6 hingga 9 bulan. Bila namanya dipanggil, si kecil akan merespons dengan tawa, senyuman, atau menolehkan kepala ke arah suara. Wah, gemas ya!

Lantas, bagaimana cara bayi mulai mengenali namanya?

Cara Bayi Mengetahui Namanya Sendiri

Bayi perempuan. Foto: mama88/Shutterstock

Bayi melewati rangkaian tonggak sejarah sebelum mulai mengenali namanya sendiri. Misalnya, bayi mengenali beberapa suara, seperti suara sang ibu dan ayah pada akhir bulan pertama kehidupannya. Hal ini dijelaskan oleh dokter anak dan neonatologis, dr. Anuradha Bansal, MD, seperti dikutip dari Mom Junction.

Ya Moms, bahasa reseptif di antara bayi berkembang lebih awal daripada bahasa ekspresif. Oleh karena itu, bayi mungkin sudah akrab dengan suara namanya jauh sebelum ia menyadari suara itu merujuk pada diri mereka sendiri.

Penyebutan nama secara berulang yang penuh kasih sayang dan frekuensinya sering pun dapat membantu bayi mengembangkan kemampuan bahasa dan pendengarannya dengan lebih baik. Jadi, jangan ragu untuk selalu menstimulasi si kecil agar ia segera mengenali namanya.

Lantas, bagaimana caranya?

Ilustrasi bayi laki-laki. Foto: ucchie79/Shutterstock

Berikut ini beberapa tips mudah dari dr. Anuradha yang bisa dilakukan orang tua untuk bantu bayi mengenali namanya dengan meningkatkan kemampuan bahasanya:

  • Mulailah memanggil bayi dengan namanya sejak dini (baru lahir).

  • Ucapkan nama-nama benda yang berbeda dan orang-orang yang dikenal di sekitarnya. Ini membantu membiasakan bayi mendengar kata-kata dengan lebih baik.

  • Hindari memanggil bayi dengan sebutan-sebutan yang dianggap lucu karena bisa membingungkan si kecil. Beberapa panggilan lucu untuk bayi yang berkembang di Indonesia seperti, cimol, gundut, gembul, hingga cibul.

  • Minta semua anggota keluarga untuk memanggil bayi dengan nama sebenarnya.

  • Lakukan percakapan bersama bayi lebih sering dengan menyebutkan namanya.

  • Cobalah untuk memanggil namanya ketika bayi memalingkan wajah saat disuapi makanan.

kumparan post embed