Kumparan Logo

Bahaya Anak Konsumsi Gula Berlebih, Bisa Turunkan Kecerdasan Otak

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi anak makan permen. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak makan permen. Foto: Shutterstock

Banyak anak-anak menyukai camilan dan makanan manis. Selain rasanya yang bikin ketagihan, biasanya bentuknya juga menarik bagi anak-anak.

Tapi sayangnya camilan manis seperti permen, cokelat, marshmallow, gulali, dan sebagainya, mengandung tinggi gula. Sehingga jika dikonsumsi berlebihan bisa berbahaya bagi kesehatan dan tumbuh kembang anak.

Berikut rekomendasi asupan gula harian anak menurut American Heart Association (AHA):

- usia 2-3 tahun: 16 gram (4 sendok teh),

- usia 4-8 tahun: 20 gram (5 sendok teh),

- usia 9-18 tahun: 24 gram (6 sendok teh).

Lantas, apa saja sih dampak kelebihan konsumsi gula bagi anak? Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Dampak Konsumsi Gula Berlebih pada Anak

Verywell Family melansir, asupan gula yang tinggi meningkatkan risiko obesitas dan penyakit kronis seperti diabetes, penyakit jantung, hingga kanker. Selain itu, ada pula risiko komplikasi seperti nyeri sendi, asam urat, dan penyakit hati berlemak karena anak kelebihan berat badan.

Dikutip dari Good Parenting Brighter Children, ahli gizi Nancy Appleton, Ph.D, menjelaskan bahwa ada beberapa dampak negatif lainnya yang akan dirasakan anak bila terlalu banyak mengonsumsi gula seperti berikut ini.

1. Mengganggu fungsi otak dan menurunkan kecerdasan

Ilustrasi kesulitan belajar pada anak. Foto: Shutter Stock

Penelitian telah menemukan bahwa anak-anak yang mengkonsumsi makanan tinggi gula halus dan lemak jenuh dapat merusak area otak mereka, khususnya area hippocampus, yang bertanggung jawab untuk memori dan pembelajaran. Hal ini dapat menyebabkan penurunan fungsi kognitif pada si kecil dan menurunkan kecerdasannya.

2. Mengurangi kekebalan tubuh

Asupan gula yang berlebihan dapat menekan sistem kekebalan anak dan merusak pertahanannya terhadap penyakit menular. Artinya, si kecil akan lebih rentan terhadap berbagai penyakit termasuk batuk, flu, pilek, hingga penyakit parah lainnya.

3. Menyebabkan gangguan pencernaan

Ilustrasi anak sakit perut. Foto: Shutterstock

Gula dapat menyebabkan gangguan pencernaan seperti sakit perut, naiknya asam lambung, hingga malabsorpsi atau gangguan penyerapan. Semua nutrisi yang dikonsumsi anak mungkin tidak akan tercerna dengan baik, sehingga si kecil tidak bisa mendapatkan manfaatnya.

4. Membuat anak hiperaktif

Gula dapat menyebabkan peningkatan adrenalin dengan cepat pada anak yang bisa menyebabkan anak mengalami hiperaktif. Oleh karena itu, anak juga bisa mengalami kecemasan berlebihan, sulit konsentrasi dan rewel.

5. Mengganggu fungsi penglihatan

Konsumsi gula dalam jumlah banyak akan meningkatkan gula darah si kecil dan menyebabkan lensa mata membengkak yang akan mengubah kemampuannya untuk melihat. Setelah anak tidak mengkonsumsi gula atau setidaknya tidak mengurangi jumlahnya, penglihatannya mungkin dapat kembali normal, Moms.