Kumparan Logo

Bahaya Kencing Tikus bagi Kesehatan Anak dan Keluarga saat Banjir

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pengendara roda dua menerobos genangan air akibat hujan lebat di Rangkasbitung, Lebak, Banten, Jumat (13/9/2024). Foto: Muhammad Bagus Khoirunas/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Pengendara roda dua menerobos genangan air akibat hujan lebat di Rangkasbitung, Lebak, Banten, Jumat (13/9/2024). Foto: Muhammad Bagus Khoirunas/ANTARA FOTO

Moms, banjir tidak hanya membawa lumpur dan sampah, tetapi juga risiko penyakit serius bagi keluarga. Salah satu yang paling perlu diwaspadai adalah leptospirosis.

Dikutip dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), bakteri ini dapat mencemari air dan tanah, terutama saat terjadi banjir, dan berbahaya bagi anak-anak maupun orang dewasa.

Apa Itu Leptospirosis?

Leptospirosis adalah penyakit infeksi bakteri yang menular dari hewan ke manusia. CDC menjelaskan bahwa bakteri Leptospira hidup di ginjal hewan yang terinfeksi dan dikeluarkan melalui urine, terutama dari tikus.

Bakteri ini dapat bertahan hidup di air atau tanah lembap selama beberapa waktu, sehingga risiko penularan meningkat tajam saat banjir, Moms.

Bagaimana Kencing Tikus Menularkan Penyakit?

Bakteri leptospira dapat masuk ke tubuh manusia melalui:

  1. Kulit yang terluka, lecet, atau tergores

  2. Selaput lendir seperti mata, hidung, dan mulut

  3. Kontak langsung dengan air banjir atau lumpur yang terkontaminasi urine tikus

  4. Makanan dan minuman yang terpapar air tercemar

  5. Anak-anak termasuk kelompok yang berisiko karena sering tidak sadar memiliki luka kecil di kaki atau tangan dan lebih mudah kontak dengan air banjir.

Gejala Leptospirosis yang Perlu Diwaspadai

Adapun gejala leptospirosis sering mirip flu biasa sehingga kerap terlambat dikenali. Gejala yang dapat muncul antara lain:

  • Demam tinggi mendadak

  • Sakit kepala

  • Nyeri otot, terutama betis dan punggung

  • Mata merah

  • Mual, muntah, atau diare

Pada kondisi yang lebih berat, penyakit ini bisa berkembang menjadi:

  • Gangguan ginjal

  • Kerusakan hati

  • Meningitis

  • Gangguan pernapasan

  • Bahkan kematian bila tidak ditangani dengan cepat

Waspada bagi Anak, Ibu, dan Keluarga

Ilustrasi Liptospirosis atau kencing tikus. Foto: Jarun Ontakrai/Shutterstock

CDC menegaskan bahwa leptospirosis bisa menyerang siapa saja. Namun:

  1. Anak-anak lebih rentan karena sering bermain atau berjalan tanpa pelindung di air banjir

  2. Ibu hamil berisiko mengalami komplikasi serius bila terinfeksi

  3. Seluruh anggota keluarga berisiko jika kebersihan rumah dan air tidak terjaga setelah banjir

Apa yang Harus Dilakukan untuk Menghindari Kencing Tikus?

Untuk menurunkan risiko leptospirosis, CDC merekomendasikan langkah-langkah berikut:

  • Hindari Kontak dengan Air Banjir

  • Gunakan Alat Pelindung

  • Jaga Kebersihan Diri

  • Pastikan Air Aman

  • Kendalikan Populasi Tikus

  • Segera Periksa ke Fasilitas Kesehatan