Bahaya, Moms! Bermain Melempar Anak ke Udara Bisa Sebabkan Shaken Baby Syndrome
·waktu baca 2 menit

Bermain dan anak-anak merupakan hal yang tak terpisahkan ya, Moms. Si kecil bisa menjadikan banyak hal sebagai bahan permainan. Namun, bermain dengan orang tua disebut sebagai aktivitas yang paling anak sukai.
Dalam sebuah video yang tersebar di media sosial, memperlihatkan seorang laki-laki dewasa dan seorang anak kecil bermain lempar ke udara dan membantingnya ke sofa. Laki-laki dewasa yang diduga ayahnya itu melempar anak ke udara lalu menangkapnya lagi.
Dalam video tersebut, anak terlihat baik-baik saja, dan tidak terluka. Namun permainan itu berbahaya, lho, Moms! Bahkan Dokter Spesialis Anak, dr. Vincencius William, M.Sc, Sp.A mengatakan, meski dilakukan oleh orang profesional sekali pun, permainan itu tetap berbahaya!
"Meski dilakukan oleh orang yang ahli sekali pun, bermain sambil melempar anak ke udara tidak disarankan," kata Dokter William kepada kumparanMOM.
Dokter William mengatakan, aktivitas lempar tangkap dengan objek anak itu bisa berpotensi membuat si kecil cedera, bahkan bisa berpotensi menyebabkan kematian. "Sisi leher anak yang belum kuat juga berisiko alami kondisi shaken baby syndrome," ujar dokter William.
Shaken baby syndrome merupakan kondisi yang mengakibatkan robeknya pembuluh darah di dalam kepala akibat guncangan. Kondisi ini bisa menyebabkan kerusakan saraf, cedera otak, buta permanen, hingga berujung kematian. Berdasarkan American Association of Neurological Surgeon Shaken Baby Syndrome umumnya terjadi pada anak usia kurang dari 1 tahun.
