Balita Kerap Pegang Alat Kelamin, Apa Itu Fase Phallic?

29 November 2025 16:00 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Balita Kerap Pegang Alat Kelamin, Apa Itu Fase Phallic?
Anak balita terlihat suka pegang-pegang alat kelamin, perlu khawatir nggak, sih? Tenang dulu, yuk pahami tentang fase phallic!
kumparanMOM
Ilustrasi balita. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi balita. Foto: Shutterstock
ADVERTISEMENT
Perubahan perilaku pada anak balita bisa membuat beberapa orang tua khawatir, termasuk ketika melihat si kecil suka memegangi alat kelaminnya. Ya Moms, beberapa ibu membagikan pengalamannya melihat balita mereka memegangi dan bahkan menggesekkan alat kelaminnya. Kira-kira, apakah kondisi ini normal terjadi pada balita?
ADVERTISEMENT
Jangan langsung panik, ya. Perilaku ini sebenarnya masih terbilang normal pada anak balita, yang juga dikenal sebagai fase phallic. Fase ini merupakan salah satu tahapan perkembangan psikoseksual, di mana anak mulai mengenali perbedaan jenis kelamin dan anggota tubuhnya.
Pada fase ini, rasa ingin tahu anak terhadap tubuhnya cenderung meningkat. Dan hal ini ditunjukkan, misalnya, dengan menggesekkan kemaluannya pada benda tertentu. Tetapi tenang saja, karena hal ini termasuk bagian dari eksplorasi terhadap tubuhnya, jadi bukan muncul akibat dorongan seksualnya, Moms.
Hal ini juga ditegaskan oleh Dokter Spesialis Anak, sekaligus Expert kumparanMOM. dr. Reza Fahlevi, SpA(K)
“Ketika anak masuk ke usia balita, dia mulai mengenali anggota tubuhnya termasuk genitalnya. Karena itu, orang tua tidak perlu panik. Cukup pantau dengan tenang dan arahkan secara halus," kata dokter spesialis anak, dr. Reza Fahlevi, Sp.A(K) kepada kumparanMOM, Jumat (28/11).
ADVERTISEMENT

Anak Balita Suka Pegang Alat Kelamin, Apa yang Orang Tua Harus Lakukan?

Ilustrasi anak balita perempuan tersenyum ceria. Foto: Shutter Stock
Bila Anda melihat si kecil sedang dalam fase ini? dr. Reza mengungkapkan, manfaatkan momen ini untuk mulai mengenalkan konsep batasan tubuh, seperti sentuhan yang boleh dan tidak boleh, untuk menghindari risiko kejahatan sosial di kemudian hari.
Namun, waspadai bila kebiasaan ini masih berlangsung setelah anak berusia 5 tahun ke atas.
“Perlu waspada kalau di atas 5 tahun masih melakukannya. Segera konsultasikan ke dokter spesialis anak konsultan tumbuh kembang atau psikiater anak, ya, Moms," pesan dr. Reza.