Kumparan Logo

Balita Terdorong Penumpang di Pintu KRL, Ini Imbauan SafeKids Indonesia

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi para pengguna KRL di Jakarta. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi para pengguna KRL di Jakarta. Foto: Shutterstock

Sebuah video yang beredar di media sosial lewat akun TikTok @budakkorporatttt123 memperlihatkan momen saat seorang balita digendong ayahnya berdiri di depan pintu keluar-masuk KRL.

Saat pintu terbuka, karena sangat padat balita itu terdorong penumpang yang akan turun dari kereta. Peristiwa ini terjadi pada jam sibuk KRL rute Cibinong, ketika arus penumpang sedang sangat padat.

embed from external kumparan

Balita Terdorong Penumpang di Pintu KRL saat Jam Sibuk, Ini Imbauan SafeKids Indonesia

Menanggapi kejadian tersebut, Inisiator SafeKids Indonesia, Wahyu Minarto alias Paman Billie, menegaskan pentingnya perencanaan perjalanan bagi orang tua atau orang dewasa yang membawa anak menggunakan moda transportasi apa pun, termasuk KRL.

“Kita ambil contoh langsung untuk KRL ini kan pasti ada jam-jam sibuk ya di hari-hari weekdays gitu atau kalau pas liburan seperti kemarin,” ucapnya kepada kumparanMOM, Selasa (6/1).

Sehingga, Paman Billie menyampaikan beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan orang tua, antara lain:

1. Memilih waktu perjalanan yang tepat

Pertama, orang tua disarankan bepergian atau pulang di luar jam sibuk untuk menghindari kepadatan penumpang yang berisiko bagi keselamatan anak.

Ilustrasi orang tua dan balita. Foto: eggeegg/Shutterstock

2. Mempertimbangkan moda transportasi

Kedua, pemilihan moda transportasi perlu diperhatikan. Namun, jika KRL menjadi satu-satunya pilihan, orang tua sebaiknya memperkirakan jam-jam padat agar tidak menumpuk bersama penumpang lain.

3. Menentukan posisi dan mempersiapkan anak sebelum turun

Dalam kondisi padat, posisi ideal memang sulit didapat. Meski begitu, orang tua dapat mengantisipasi dengan memposisikan diri di dekat pintu keluar sejak beberapa stasiun sebelum tujuan.

Ilustrasi kepadatan KRL. Foto: Febria Adha Larasati/kumparan

“Bisa diantisipasi dengan dari awal berdiri di dekat pintu keluar atau pada saat stasiun-stasiun yang beberapa stasiun sebelumnya sudah memposisikan diri di dekat pintu keluar,” imbuh Paman Billie.

4. Posisi menggendong yang lebih aman

Anak disarankan digendong di bagian depan, menempel di dada orang tua. Posisi ini dinilai lebih aman dibandingkan digendong di atas, karena dapat mengurangi risiko kepala anak terbentur atap atau pintu KRL.

Moms, belajar dari kejadian ini, seluruh orang tua diimbau untuk selalu mengutamakan keselamatan anak saat menggunakan transportasi umum, khususnya di tengah kepadatan penumpang pada jam sibuk.

kumparan post embed