Kumparan Logo

Baterai Mainan Bisa Berakibat Fatal Bila Tertelan Anak, Waspada, Moms!

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Baterai Mainan Bisa Berakibat Fatal Bila Tertelan Anak, Waspada, Moms! Foto: Olivier Le Moal/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Baterai Mainan Bisa Berakibat Fatal Bila Tertelan Anak, Waspada, Moms! Foto: Olivier Le Moal/Shutterstock

Viral sebuah video yang memperlihatkan balita menelan baterai mainan hingga menyangkut di saluran pencernaan. Pemilik akun TikTok @bundadanaci menyebut, akibat kejadian itu, anaknya mengalami sesak napas dan ingin muntah terus menerus.

Tak hanya itu, sang anak juga harus menggunakan selang NGT untuk makan dan minum. Dokter pun mengambil tindakan operasi untuk menangani kasus ini.

embed from external kumparan

Moms, yuk, lebih hati-hati saat mengawasi bayi bermain. Sebab, bayi akan melewati fase oral, di mana ia memusatkan rangsangannya pada daerah mulut dan bibir. Itu lah kenapa, si kecil akan berusaha memasukkan semua benda yang dipegangnya ke dalam mulut.

Fase oral adalah tahap perkembangan area oromotor, yaitu otot di daerah sekitar mulut, pipi, rahang dan pencernaan. Nah, perkembangan ini berpengaruh pada perkembangan lainnya, seperti berbicara dan makan.

Dokter Spesialis Anak, dr. Reza Abdussalam, Sp.A mengatakan, fase oral sangat penting bagi si kecil. Namun, pada fase ini orang tua harus ekstra hati-hati karena anak cenderung memasukan banyak benda ke mulutnya.

"Anak yang paling rentan menelan benda asing adalah usia balita terutama usia 6 bulan sampai usia 3 tahun," ujar dr. Reza kepada kumparanMOM, Selasa (28/5).

Ilustrasi baterai Foto: studiomiracle/Shutterstock

Masih kata dr. Reza, ada beberapa benda yang paling sering tertelan oleh anak, yaitu baterai, koin, hingga magnet.

Bahaya Bila Anak Menelan Benda Asing

Selain benda-benda di atas, anak mungkin saja menelan benda tajam, seperti jarum atau anting yang dapat melukai jaringan. Ada juga koin atau benda tumpul seperti bandul kalung, gantungan tas, serta benda cair berbahaya yang dapat melukai mukosa saluran cerna.

Ilustrasi balita yang suka memasukkan benda ke mulutnya. Foto: Shutterstock

Untuk mencegah anak menelan benda-benda berbahaya, yakni melakukan pengawasan dan menyingkirkan benda atau mainan berukuran kecil.

"Kalau anak dicurigai menelan benda asing, segera identifikasi jenis benda asing tersebut dan jikalau terjadi tersedak atau choking lakukan tindakan back blow maneuver untuk anak di bawah satu tahun," kata dr. Reza.

Perhatikan juga reaksi anak, Moms. Bila muncul nyeri perut, anak sering berliur, sulit bernapas, hingga sulit makan dan minum, segera bawa ke UGD, ya!