Mom17 September 2020 19:00

Bayi ASI Lebih Sering Kentut Dibanding yang Minum Susu Formula, Benarkah?

Konten Redaksi kumparan
Bayi ASI Lebih Sering Kentut Dibanding yang Minum Susu Formula, Benarkah?  (66352)
POTRAIT, ASI perah dan susu formula Foto: Shutterstock
Bayi kentut sering kali bisa membuat kita tertawa karena menggemaskan, ya, Moms. Namun, ada yang berpendapat bahwa bayi ASI lebih sering kentut dibandingkan bayi yang diberi susu. Benarkah hal itu?
ADVERTISEMENT
Sebelumnya Anda perlu tahu dulu ahwa formula Kentut sebenarnya adalah hal yang normal terjadi, dan menurut penelitian, bayi cenderung lebih sering kentut dibandingkan orang dewasa. Faktanya juga, manusia termasuk bayi menghasilkan gas rata-rata 14-23 kali dalam sehari.
Dilansir Romper, Dokter Anak di Einstein Pediatrics, Amerika Serikat Dr. Florencia Segura, MD, FAAP, mengatakan, tidak ada hubungan antara frekuensi kentut bayi dengan bayi yang diberi minum ASI atau susu formula.
"Tidak ada perbedaan yang jelas dalam produksi gas antara bayi ASI dan yang diberi susu formula. Jadi bayi yang disusui ASI maupun yang diberi susu formula, keduanya menghasilkan banyak gas atau justru sangat sedikit." kata dr. Tifanny Jumaily, seorang dokter anak di Integrative Pediatrics and Medicine di Studio City, California, AS.
ADVERTISEMENT
Lantas, apa yang menyebabkan bayi sering kentut setelah minum ASI atau susu formula? Berikut alasannya, Moms.
Bayi ASI Lebih Sering Kentut Dibanding yang Minum Susu Formula, Benarkah?  (66353)
susu formula Foto: Shutterstock

1. Reaksi dari Makanan Ibu

Beberapa jenis makanan memang cenderung menghasilkan banyak gas. dr. Segura mengatakan, terkadang makanan yang dimakan oleh ibunya bisa membuat bayi kembung dan membuatnya tidak nyaman. Adapun makanan tersebut antara lain makanan pedas, brokoli, kentang, kacang-kacangan, dan kembang kol.

2. Intoleransi Susu Sapi

Beberapa bayi yang mengalami intoleransi susu sapi, biasanya akan mengeluarkan kotoran berlendir, berair, muntah, dan sering kentut karena ketidakmampuan mereka untuk mencerna protein susu sapi secara aktif.
"Gas dan gejala bayi ini membaik setelah ibu menghilangkan produk susu dari makanannya jika dia sedang menyusui atau (jika minum susu formula) beralih ke formula terhidrolisis (lebih dipecah)," kata Segura.
ADVERTISEMENT
Dokter Krupa Playforth, MD, seorang dokter anak umum di Northern VA di The Pediatrician Mom, AS, mengatakan untuk bayi ASI, meskipun intoleransi makanan atau kepekaan terhadap makanan bisa berperan dalam hal ini, lebih baik diskusikan dengan dokter Anda sebelum mengganti menu makanan Anda.
Bayi ASI Lebih Sering Kentut Dibanding yang Minum Susu Formula, Benarkah?  (66354)
ilustrasi kentut bayi Foto: Shutterstock

3. Sering Menyusu

Seringnya bayi menyusu, bisa jadi menyebabkan bayi sering kentut. Hal itu disebabkan bayi kembung karena terlalu banyak udara yang masuk tiap kali dia menyusu. Oleh sebab itu, ketahui jadwal menyusu bayi Anda dengan memerhatikan isyarat lapar pada bayi atau susuilah setiap dua hingga tiga jam sekali selama dua bulan pertama.

4. Pelekatan Buruk

Tongue-tie atau yang juga dikenal sebagai ankyloglossia pada lidah, juga bisa membuat bayi sulit menyusu. Faktanya, tongue-tie bisa menyebabkan banyak masalah terkait gas pada bayi. Jika bayi tidak menyusu dengan benar, bisa dipastikan mereka lebih banyak menghirup banyak udara daripada mendapatkan susu. Sehingga dia lebih sering kentut dari biasanya akibat pelekatan yang buruk ini.
ADVERTISEMENT

5. Posisi Menyusui yang Kurang Tepat

Terkadang bayi membutuhkan cara berbeda untuk bisa menyusu dengan nyaman. “Alasan lain bayi mengeluarkan gas termasuk teknik atau posisi menyusui yang tidak tepat,” kata Dr. Playforth. Cobalah menyusui dengan posisi football hold yang dirancang untuk membantu bayi menempel dengan baik sambil Anda beristirahat.
Bayi ASI Lebih Sering Kentut Dibanding yang Minum Susu Formula, Benarkah?  (66355)
Ilustrasi menyusui Foto: Shutterstock

6. Mengisap Botol Terlalu Cepat

Jika Anda memompa ASI perah atau memberikan susu formula dengan botol dot, kemungkinan besar bayi lebih banyak menghirup udara, Moms.
"Beberapa bayi yang diberi susu botol dapat menghirup lebih banyak gas dibanding menghisap puting. Salah satu cara untuk mencegahnya adalah dengan menggunakan sucking on the nipple atau Anda juga bisa mencoba mengubah posisi selama menyusui," ujar Segura.
ADVERTISEMENT

7. Pencernaan Bayi yang Belum Baik

Banyaknya gas di dalam perut bayi mungkin disebabkan oleh sistem pencernaannya yang belum sempurna. Jika bayi Anda tampak tidak nyaman karenanya, ada beberapa gerakan yang dapat membantu.
"Beberapa trik untuk mengurangi gas saat ini termasuk pijatan lembut pada perut, gerakan bersepeda pada kaki bayi untuk mengeluarkan gas, dan memberi tekanan lembut pada perut dengan berbaring telungkup di lengan bawah Anda, sehingga berat badan bayi menekan usus dengan lembut untuk mendorong pelepasan gas,”
kata Dr. Jumaily.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-whitesosmed-facebook-whitesosmed-twitter-whitesosmed-line-white