Kumparan Logo

Bayi Diare, Kapan Perlu Dibawa ke Dokter?

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi bayi diare. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bayi diare. Foto: Shutter Stock

Salah satu gangguan pencernaan yang paling umum dialami bayi adalah diare. Ya Moms, bayi dinyatakan diare jika buang air besar selama beberapa kali sehari dengan konsistensi feses yang lembek dan cair.

Penyebab paling umum diare pada bayi adalah infeksi virus. Namun bisa juga karena alergi susu sapi, intoleransi laktosa, bakteri, dan giardia. Kondisi ini biasanya tidak berbahaya dan bisa hilang dalam satu atau dua hari tanpa perawatan medis.

Hanya saja, orang tua tetap harus waspada dengan melakukan perawatan diare di rumah. Seperti menjaga bayi tetap terhidrasi dengan terus menyusuinya, lalu jaga agar popok tetap kering dengan rutin menggantinya supaya tidak ruam.

Kemudian, jika diare tambah parah, si kecil mungkin perlu dibawa ke dokter. Lantas, apa tandanya jika bayi perlu ke dokter saat mengalami diare?

Penjelasan soal Kapan Bayi Perlu ke Dokter Jika Diare

Ilustrasi bayi diare. Foto: Shutter Stock

Moms, bayi perlu dibawa ke dokter saat si kecil diare dan ada tanda mengalami dehidrasi. Misalnya saja, ditandai dengan tidak buang air kecil lebih dari 8 jam, urine gelap, mulut sangat kering, dan tidak ada air mata. Dehidrasi juga biasanya ditandai dengan ubun-ubun cekung.

Kemudian seperti dikutip dari Seattle Children's, berikut beberapa tanda bahwa bayi perlu segera ke dokter saat mengalami diare:

  • Muntah selama tiga kali lebih

  • Usia kurang dari 1 bulan dengan frekuensi diare tiga kali dalam waktu 24 jam terakhir

  • Demam lebih dari 40 derajat celsius

  • Demam berlangsung lebih dari 3 hari

  • Demam pada bayi usia 12 minggu kurang

  • Bayi terlihat sangat kesakitan

  • Berat badan bayi tidak bertambah

Ilustrasi bayi diare. Foto: Shutterstock

Selain itu, lihat juga apakah feses bayi berwarna merah atau tidak. Jika ya, bisa jadi si kecil mengalami pendarahan dan perlu segera mendapatkan pertolongan dokter. Kemudian, feses yang berwarna putih juga merupakan salah satu tanda bahaya, karena bisa jadi tanda adanya masalah hati pada bayi.

Seperti dikutip dari Healthline, hubungi juga dokter jika bayi Anda mengalami diare parah, atau buang air besar encer lebih dari 10 kali sehari. Jadi jangan menunda untuk ke dokter jika si kecil mengalami tanda-tanda tersebut ya, Moms.