Bayi Lahir Caesar Rentan Kena Masalah Kesehatan Usus, Ini Alasannya!

6 April 2023 18:25
·
waktu baca 4 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi bayi baru lahir. Foto: Shutterstock
ADVERTISEMENT
Setiap ibu hamil selalu ingin bayinya lahir dengan sehat lewat metode persalinan apa pun. Namun persalinan spontan atau pervaginam oleh beberapa ibu dianggap masih yang paling baik, karena bayi lahir spontan dan proses-proses fisiologis dalam tubuhnya berjalan baik.
ADVERTISEMENT
Pada bayi yang lahir pervaginam, dia akan mendapatkan mikrobiota baik saat keluar lewat vagina ibunya. Mikrobiota adalah mikroorganisme yang terdapat di saluran pencernaan dan punya peranan penting dalam menjaga kesehatan. Tentunya, fungsi mikrobiota banyak sekali lho, Moms!
"Kalau bayi lahir normal atau spontan, keluarnya lewat vagina, yang pertama kali ditemui bayi adalah kuman yang berada di vagina ibu. Apabila bayi lahir secara caesar, tidak melewati vagina, akan terkena kuman di kulitnya. Kalau ketemu kuman di kulit, maka dia [kuman] akan bertunas di dalam tubuh si bayi dan mikrobiota yang sesuai dengan kulit ibu," jelas Dokter Spesialis Anak Konsultan Gastrohepatologi, Dr. dr. Ariani Dewi Widodo, Sp.A (K), dalam webinar yang diselenggarakan Danone.
ilustrasi bayi baru lahir. Foto: Anucha Cheechang/Shutterstock
Bila ditanya mana yang paling baik, dr. Ariani menegaskan bakteri-bakteri di vagina adalah yang terbaik, Moms.
ADVERTISEMENT
Sebab, bila bayi lahir secara caesar lalu terkena kuman atau bakteri dari ibunya, maka bakteri tersebut akan mencoba menguasai sistem pertahanan tubuhnya. Bila diibaratkan oleh dr. Ariani pada sistem pencernaan, saat bakteri jahat tersebut sudah membentuk 'benteng', maka mikroba jahat akan lebih mudah masuk. Dan sebaliknya, bakteri dan mikrobiota baik jadi sulit masuk, seperti Bifidobacterium, Lactobacillus, Bacteroides, dan Enterobacteriaceae.
"Mikrobiota yang normal membuat anak sehat, tapi bila terganggu maka akan terganggu metabolismenya. Anak bisa obesitas, diabetes mellitus, dan masalah lainnya. Jadi untuk bayi-bayi yang lahir caesar apa dampak persisnya? Kalau lahir caesar, bakteri baiknya sedikit. Jadi akhirnya mereka itu dikuasai oleh bakteri-bakteri yang jahat duluan," ungkap dr. Ariani.
Bayi yang dilahirkan secara caesar juga berisiko mengalami disbiosis atau ketidakseimbangan bakteri di dalam usus. Bila keseimbangan bakterinya terganggu, maka bisa berdampak pada sistem metabolisme tubuhnya. Padahal idealnya, bakteri baik menguasai 80-85 persen dari seluruh kuman yang berada di saluran cernanya.
ADVERTISEMENT
"Bila ada gangguan mikrobiota di kulit dan vagina, ini semua terjadi pada bayi lahir caesar, dia tidak mendapat mikrobiota yang tepat yang bisa membantu kesehatannya. Jadi yang muncul malah bakteri jahat dulu. Akan sulit untuk bakteri baik berkembang kalau jumlahnya kalah," tegas dia.

Cara Mencegah Bayi Lahir secara Caesar Terhindar dari Penyakit

Ilustrasi bayi baru lahir menangis Foto: Shutter Stock
Setelah bayi lahir, si kecil akan mendapatkan asupan seperti ASI maupun susu formula, lalu setelah enam bulan akan mendapatkan makanan padatnya.
Maka dari itu, dr. Ariani menyarankan ibu yang melahirkan melalui operasi caesar agar segera memberikan ASI-nya kepada bayi. Bila tidak memungkinkan dapat ASI, maka dia bisa diberi suplementasi prebiotik dan priobiotik agar tetap mendapatkan bakteri baiknya.
"Pemberian ASI itu akan memberikan probiotik dalam jumlah banyak pada bayi, sehingga paling tidak meskipun lahir caesar, bisa memperbaiki kerugian yang terjadi akibat tanpa pemberian probiotik," tutur dr. Ariani.
Ilustrasi bayi baru lahir. Foto: Shutter Stock
Pemberian probiotik dan prebiotik ini dapat bermanfaat untuk membantu kesehatan saluran cerna bayi. Sebab, bila bakteri baik dan buruk di saluran cerna tidak seimbang, maka dapat mempengaruhi proses metabolismenya. Jadi, bayi rentan mengalami diare hingga sakit perut.
ADVERTISEMENT
Bila Anda melahirkan caesar tidak perlu khawatir, karena sebenarnya pemberian ASI dan MPASI saat sudah berusia enam bulan dengan nutrisi tepat bisa membantu menyeimbangkan lagi saluran cernanya.
"Supaya enggak mudah kena penyakit, jumlah nutrisi yang diberikan harus cukup. Maka kualitas nutrisi juga harus bagus, cukup protein untuk imunitas, cukup karbo dan lemak, vitamin, dan mineral. Dan jangan lupa ekstraksi nutrisi dari yang diminum bayi harus diambil secara cukup untuk bisa diserap baik ke dalam tubuh. Jangan sampai banyak yang dibuang," tutup dia.
****
Dapatkan informasi terupdate seputar dunia parenting dan motherhood setiap hari hanya di Moms Update! Cari tahu informasi lengkapnya di media sosial kumparanMOM! Klik di sini