Kumparan Logo

Bayi Lahir dengan Rambut Halus di Tubuh, Perlukah Khawatir?

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
5
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi bayi lahir dengan rambut halus yang disebut lanugo Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bayi lahir dengan rambut halus yang disebut lanugo Foto: Shutterstock

Setiap bayi memiliki keunikan tersendiri saat dilahirkan. Salah satunya adalah lahir dengan rambut halus di beberapa bagian tubuhnya. Rambut itu disebut dengan lanugo.

Mengutip Today’s Parent, lanugo merupakan bulu tubuh yang lembut dan halus yang dimiliki oleh sekitar sepertiga bayi sejak lahir. Bulu tersebut berasal dari folikel rambut janin selama trimester kedua, antara 16 – 20 minggu, untuk membuat bayi tetap hangat di dalam rahim.

Sebagian besar bayi kehilangan lanugo di dalam rahim pada usia kehamilan sekitar 32 – 36 minggu melalui cairan ketuban. Namun, ada juga yang lahir dengan lanugo masih ada di tubuhnya. Kondisi ini biasanya dialami oleh bayi prematur.

Nah, jika bayi lahir dengan lanugo, perlukah orang tua khawatir dengan itu? Simak penjelasannya berikut ini.

Perlukah Khawatir Jika Bayi Lahir dengan Lanugo?

Ilustrasi bulu di telinga bayi atau lanugo. Foto: Shutter Stock

Menurut Beverly Kupfert, dokter anak asal Toronto, Kanada, rambut pada bayi baru lahir kerap menjadi perhatian orang tua. Beberapa di antara mereka khawatir saat melihat bayinya lahir dengan bulu-bulu halus di tubuhnya. Namun, tak sedikit juga yang lebih khawatir saat bayinya tidak tumbuh rambut seiring bertambah usianya.

“Hanya karena bayi masih botak pada usia 18 bulan atau lebih, tidak berarti dia tidak akan memiliki rambut yang indah setelahnya. Ada variasi yang sangat luas dari apa yang normal,” jelas dr. Kupfert.

Untuk bayi yang lahir dengan lanugo, orang tua sebenarnya tidak perlu khawatir. Bulu-bulu tersebut biasanya akan rontok pada beberapa minggu pertama, kemudian digantikan oleh rambut yang lebih halus yang disebut rambut vellus. Namun, di beberapa kasus, ada pula lanugo yang masih tetap ada selama beberapa bulan.

“Dalam beberapa budaya, rambut tubuh bisa lebih umum dan dapat bertahan lebih dari beberapa bulan pertama kehidupan,” ujar dr. Kupfert.

Selain itu, lanugo pada tubuh bayi juga dapat berubah dari segi tekstur, terutama pada bagian kepalanya. Misalnya, saat lahir bayi memiliki rambut keriting. Namun, hal itu bisa berubah menjadi lurus seiring bertambah usianya.

“Hanya hanya bayi memiliki rambut keriting di tahun-tahun pertamanya tidak berarti akan tetap seperti itu sampai dewasa. Rambut berubah sepanjang waktu,” ungkap Karen Williamson, penata rambut asal Toronto, Kanada.

kumparan post embed