Kumparan Logo

Bayi Merangkak Umur Berapa? Catat Tahap Perkembangan Anak

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi bayi merangkak. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bayi merangkak. Foto: Shutterstock

Merangkak merupakan bagian dari tahap perkembangan bayi yang penting dan membawa segudang manfaat. Pertanyaannya, bayi merangkak umur berapa?

Ketika bayi merangkak, ada banyak aspek yang berkembang dalam dirinya, seperti keterampilan motorik kasar, kesadaran terhadap ruang, kognisi, pemecahan masalah, keseimbangan, dan masih banyak lagi.

Merangkak juga dapat melatih otot-otot punggung, leher, bahu, dan lengan si kecil. Penglihatan bayi pun terlatih karena mereka akan melihat tangan sendiri dan ruangan secara bergantian.

Bayi Merangkak Umur Berapa?

Ilustrasi bayi belajar merangkak. Foto: Shutterstock

Menurut Healthline, kebanyakan bayi mulai merangkak begitu memasuki usia 6-12 bulan. Tapi, perlu diingat bahwa setiap bayi memiliki tahapan perkembangan yang berbeda, Moms.

Beberapa anak mungkin bisa merangkak lebih cepat. Tapi ada pula yang butuh waktu cukup lama. Dalam beberapa kasus, ada bayi yang bahkan melewatkan fase merangkak dan bisa langsung berjalan.

American Academy of Pediatrics (AAP) mengatakan bahwa melewatkan salah satu tahap perkembangan tidak selalu berujung negatif. Yang penting si kecil memenuhi tahap perkembangan lainnya, seperti berdiri, berjalan, dan berlari.

Jadi, setiap proses perkembangan bayi tak perlu dibandingkan dan sebaiknya didampingi dengan sukacita, Moms. Meski begitu, jika si kecil belum menunjukkan kemajuan apa pun hingga usia 12 bulan, sebaiknya konsultasikan dengan dokter anak.

Tanda-Tanda Bayi Siap Merangkak

Ilustrasi bayi merangkak. Foto: Shutterstock

Ada beberapa tanda yang ditunjukkan bayi ketika mereka sudah siap untuk merangkak. Menurut laman Parents, berikut beberapa tandanya:

  • Melakukan push up saat tengkurap (tummy time)

  • Duduk tanpa dukungan atau tumpuan

  • Berguling sambil berbaring

  • Melihat sekeliling ruangan, termasuk benda-benda yang jauh selama tummy time

  • Mengayunkan tubuhnya ke depan dan belakang saat dalam posisi merangkak, meskipun belum bisa maju

  • Mencoba bergerak maju dengan lengan mereka sambil merangkak

Ragam Gaya Merangkak

Ilustrasi bayi merangkak. Foto: Shutterstock

Moms, merangkak tidak terpaku pada satu gaya saja. Ada banyak gaya yang bisa dilakukan bayi untuk berpindah dari titik A ke titik B tanpa berjalan.

Mengutip Healthline, para ahli mengatakan bahwa semua gaya merangkak tidak salah. Bagaimanapun, merangkak hanya soal cara berpindah dari satu tempat ke tempat lain.

Berikut ini beberapa gaya merangkak yang paling umum menurut American Academy of Pediatrics (AAP):

  • Merangkak Klasik. Bayi merangkak melintasi ruangan menggunakan tangan dan lututnya, dengan perut terangkat dari lantai. Gaya klasik inilah yang sering dilakukan bayi.

  • Merangkak Menggunakan Bokong. Sesuai namanya, bayi duduk lalu mendorong dirinya sendiri menggunakan tangan.

  • Berguling. Ini pun termasuk gaya merangkak karena pada intinya bayi berpindah tempat secara mandiri.

  • Merayap. Bayi akan tengkurap lalu mendorong dirinya menggunakan lengan, persis seperti aktivitas merangkak yang biasanya dilakukan para prajurit di medan pertempuran.

  • Merangkak Seperti Kepiting. Bayi merangkak ke samping atau ke belakang menggunakan tangan dan lututnya, mirip kepiting yang berjalan di pasir.

  • Merangkak Seperti Beruang. Gaya ini cukup mirip dengan teknik merangkak klasik, tapi lutut bayi tidak ditekuk. Jadi, si kecil merangkak menggunakan telapak tangan dan kakinya.

Baca Juga: Tahap Perkembangan Sensorimotor Bayi Sesuai Usianya