Bayi Mimisan Setelah Jatuh, Kapan Perlu ke Dokter?
ยทwaktu baca 2 menit

Orang tua mana yang tidak khawatir dan cemas saat melihat bayi terjatuh. Apalagi, jika hidung bayi terlihat mengeluarkan darah atau mimisan setelah terjatuh. Hal itu bisa saja membuat kita panik, ya!
Meski begitu, cobalah untuk tetap tenang. Perhatikan baik-baik bagaimana kondisi bayi, sebab ada beberapa kondisi yang membuat si kecil harus segera dibawa ke dokter untuk mendapatkan pertolongan.
Kapan Perlu Membawa Bayi ke Dokter Setelah Mimisan Akibat Terjatuh?
Moms, jika bayi Anda jatuh mengenai dahi, lalu muncul mimisan kecil atau hanya mengeluarkan darah sedikit, maka kemungkinan besar, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Apalagi jika karena jatuh saat sedang berjalan atau berlari.
Namun mengutip Easy Baby Life, jika bayi terjatuh dari tempat yang lebih tinggi dari tubuhnya, misalnya jatuh dari kasur atau kursi, mimisan bisa jadi tanda yang serius. Apalagi jika ditandai beberapa keluhan berikut:
Hidung bayi patah, ini ditandai dengan bentuk hidung yang lebih bengkok
Pendarahan tidak berhenti dalam waktu 20 menit
Bayi kesulitan bernapas
Bayi mengalami pendarahan di tempat lain, misalnya di telinga atau gusi
Bayi menunjukkan tanda gegar otak
Sehingga, lebih baik langsung bawa bayi ke dokter jika mengalami tanda-tanda tersebut. Tapi sekali lagi, mimisan kecil yang berhenti dengan cepat, tidak perlu dikhawatirkan. Apalagi jika mimisan terjadi setelah 24 jam anak jatuh.
Tetapi lebih baik terus awasi anak selama beberapa hari untuk melihat gejala-gejala lain, seperti jadi gampang mengantuk, keseimbangan berkurang, muntah, atau jadi lebih rewel dari biasanya. Semua ini bisa menjadi tanda cedera dan Anda harus segera harus berkonsultasi dengan dokter, Moms.
Pertolongan Pertama di Rumah Jika Bayi Mimisan
Jika bayi mimisan, berikut pertolongan pertama yang bisa dilakukan di rumah, seperti yang disarankan oleh First Aid for Life:
Dudukkan bayi.
Ambil tisu untuk menyerap darah yang keluar.
Condongkan tubuh bayi ke depan, cubit pangkal hidungnya. Mencondongkan tubuh bayi ke depan sambil memberikan tekanan pada hidungnya, memungkinkan Anda untuk melihat kapan pendarahan telah berhenti, dan menghindari darah menetes ke bagian belakang tenggorokan bayi yang dapat membuat si kecil sakit.
Terus berikan tekanan setidaknya selama 10 menit.
Lepaskan tekanan sedikit dan jika mulai berdarah lagi tahan selama 10 menit.
