Bayi Muntah, Apakah Perlu Diberi Obat?
ยทwaktu baca 2 menit

Bayi muntah memang bisa saja membuat orang tua panik. Ya Moms, ada banyak penyebab bayi muntah, seperti gastritis virus atau disebut juga flu perut, kemudian alergi makanan, batuk, dan penyebab serius lainnya seperti infeksi ginjal.
Muntah yang dialami bayi juga bisa ringan bahkan parah. Muntah yang ringan biasanya hanya terjadi satu hingga dua kali sehari, muntah sedang terjadi tiga hingga tujuh kali sehari, sementara muntah parah frekuensinya berarti lebih dari delapan kali sehari. Lantas jika bayi muntah, perlukah diberi obat?
Penjelasan soal Obat untuk Bayi Muntah
Muntah pada bayi biasanya dapat diobati di rumah. Dokter biasanya tidak akan meresepkan obat untuk mengobati muntah, kecuali gejalanya parah. Ini karena bisa saja ada risiko efek samping serius bila bayi mengonsumsi obat.
Dikutip dari Healthy Children, dalam kebanyakan kasus, muntah akan berhenti tanpa perawatan medis khusus. Sebab, sebagian besar kasus muntah pada bayi disebabkan oleh virus dan akan sembuh dengan sendirinya.
Jadi, jangan mencoba memberikan obat muntah yang dijual bebas, kecuali jika telah diresepkan secara khusus oleh dokter. Namun seperti dikutip dari Seattle Children, segera bawa ke dokter jika bayi mengalami muntah parah.
Selain itu, waspada juga jika bayi mengalami beberapa gejala seperti dehidrasi, usia kurang dari 12 minggu dengan muntah lebih dari dua kali, diare, demam lebih dari 40 derajat celsius, muntah berwarna hijau, dan bayi terlihat kesakitan.
Namun, jika bayi terlihat baik-baik saja setelah muntah, dan Anda bisa melakukan perawatan di rumah. Yang penting, pastikan bayi tetap diberi ASI sesering mungkin, karena mengandung elektrolit yang dapat mencegah dehidrasi.
Jika bayi muntah karena alergi makanan, maka hindari pemberian makanan pemicu alergi kepada bayi yang sudah MPASI. Ibu menyusui juga perlu ikut menghindari makanan pemicu alergi karena kandungannya dapat masuk ke dalam ASI.
