Kumparan Logo

Bayi Tidak Banyak Merangkak, Apakah Tanda Autisme? Ini Kata Dokter!

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi bayi yang merangkak di permukaan yang aman. Foto: Photo by MHIN/Shutterstock Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bayi yang merangkak di permukaan yang aman. Foto: Photo by MHIN/Shutterstock Foto: Shutterstock

Setiap anak memiliki tahapan tumbuh kembang yang berbeda. Ada yang merangkak cukup lama sebelum berjalan, ada juga yang hanya sebentar, bahkan tampak seperti “melewati” fase merangkak.

Kondisi ini kerap membuat orang tua khawatir. Lalu, apakah fase merangkak yang singkat berbahaya? Benarkah bisa menjadi tanda autisme?

Apakah Bayi atau Balita yang Hanya Sebentar Merangkak Itu Normal?

Ilustrasi bayi belajar merangkak. Foto: Shutterstock

Merangkak merupakan bagian dari perkembangan motorik kasar. Fase ini membantu memperkuat otot tangan dan kaki, meningkatkan keseimbangan, serta melatih koordinasi tubuh sebelum si kecil berjalan.

Menurut dokter spesialis anak, dr. Herbowo Soetomenggolo, Sp.A(K), fase merangkak yang singkat belum tentu memandakan terjadi masalah perkembangan, Moms.

“Meski proses merangkaknya hanya sebentar tapi kalau ia sudah bisa merembet dan akhirnya berjalan, ini umumnya masih aman,” ujar dr. Herbowo kepada wartawan, beberapa waktu lalu.

Artinya, selama bayi atau balita menunjukkan progres perkembangan yang bertahap, misalnya bisa duduk, merembet (cruising), berdiri, lalu berjalan. Fase merangkak yang singkat biasanya masih dalam batas normal.

“Memang, pada beberapa anak berkebutuhan khusus, fase merangkak sering kali tidak terjadi. Tetapi penting untuk diingat, tidak semua anak yang tidak merangkak otomatis mengalami autisme atau gangguan perkembangan lainnya,” jelasnya.

Jadi, evaluasi tidak hanya berdasarkan satu milestone motorik saja, tetapi harus dilakukan secata menyeluruh.

Hal yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Siapkan benda-benda atau perabotan kokoh untuk bayi belajar merambat Foto: Shutterstock

Dalam memantau tumbuh kembang anak, perhatikan beberapa hal ini:

  1. Adanya progres bertahap pada kemampuan motorik kasar

  2. Kekuatan dan koordinasi tubuh yang semakin baik

  3. Respons sosial dan komunikasi yang sesuai usia

  4. Anak menunjukkan minat untuk bergerak dan mengeksplorasi sekitarnya

Jika si kecil tidak menunjukkan progres, tampak kaku, lemas, atau ada kekhawatiran pada aspek sosial dan komunikasi, sebaiknya konsultasikan ke dokter anak untuk dievaluasi lebih lanjut.