Kumparan Logo

Bayi yang Minum ASI Lebih Kurus daripada yang Minum Sufor? Ini Kata Dokter, Moms

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi bayi bertambah berat dan tinggi badannya. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bayi bertambah berat dan tinggi badannya. Foto: Shutterstock

Sebagai orang tua, memastikan berat badan bayi sesuai dengan kurva pertumbuhan memang tak selamanya mudah. Bahkan, banyak ibu yang panik saat bayinya terlihat lebih "kecil" dibanding bayi lain.

Banyak juga yang bilang, bayi yang minum susu formula atau sufor biasanya lebih 'gemuk' dibanding yang minum ASI. Tapi apakah 'montok' benar-benar berarti sehat?

Menurut Dokter Spesialis Anak, dr. Aisya Fikritama, SpA, penelitian menunjukkan, bayi yang diberikan susu formula memang cenderung mengalami kenaikan berat badan lebih cepat dibandingkan bayi ASI. Itulah kenapa mereka sering terlihat lebih montok atau "berisi."

Meski begitu, badan yang "berisi" bukan satu-satunya faktor penentu tumbuh kembang bayi, Moms.

Berat Badan Bayi Bukan Satu-satunya Indikator

Ilustrasi bayi minum susu formula. Foto: Shutter Stock

Menurut dr. Aisya, yang menarik dan sering luput dari perhatian adalah bahwa bayi ASI justru menunjukkan pertumbuhan lingkar kepala yang umumnya lebih baik. Lingkar kepala, dalam dunia medis anak, adalah penanda penting perkembangan otak.

"Fungsi kognitifnya juga cenderung lebih optimal. Sebab, perkembangan otak tidak hanya dipengaruhi oleh banyaknya lemak, tetapi juga kualitas pertumbuhan tubuh secara keseluruhan," kata dr. Aisya.

Artinya, tubuh yang terlihat lebih kecil belum tentu tumbuh lebih buruk, selama pertumbuhannya sesuai kurva dan perkembangannya optimal.

Ya Moms, yang dibutuhkan tubuh bayi bukan sekadar angka berat badan. Jangan lupa, tubuh anak membutuhkan protein dan massa otot yang baik. Jadi, tujuan yang dikejar seharusnya bukan hanya membuat anak terlihat montok, melainkan memastikan anak tumbuh dengan baik, aktif bergerak, sehat, dan perkembangan otaknya berjalan optimal.

Bayi ASI Lebih Minim Risiko Obesitas

Ilustrasi ibu menyusui di tempat umum. Foto: Shutterstock

Bayi yang minum ASI, kata dr. Aisya, juga memiliki kemampuan mengatur rasa lapar secara alami.

Mereka lebih mampu mengenali sinyal lapar dan kenyang dari tubuhnya sendiri. Tidak seperti botol sufor yang dorongannya bisa membuat bayi terus minum meski sudah kenyang, proses menyusu langsung dari payudara melibatkan regulasi asupan yang lebih organik.

Dampak jangka panjangnya? Risiko obesitas di kemudian hari pun lebih rendah.

Jadi, jika bayi Anda dibilang "kurang montok" dibanding bayi lain, dr. Aisya menegaskan: tidak perlu minder.

Bayi yang sehat bukan hanya bayi yang gemuk. Yang terpenting, pastikan saja si kecil aktif, ceria, dan perkembangannya berjalan optimal, baik motorik, kognitif, maupun sosialnya.