Kumparan Logo

Beda Bakteri, Virus, dan Jamur: Waspadai Caranya Menginfeksi Tubuh!

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Beda Bakteri, Virus, dan Jamur: Waspadai Caranya Menginfeksi Tubuh!. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Beda Bakteri, Virus, dan Jamur: Waspadai Caranya Menginfeksi Tubuh!. Foto: Shutter Stock

Ketika kondisi kesehatan tubuh mulai menurun, seperti muncul gejala seperti demam, nyeri, atau ruam, umumnya penyebab utamanya adalah karena infeksi, baik itu infeksi bakteri, virus, atau jamur. Meski begitu, ketiganya memiliki cara kerja yang berbeda dalam menyerang tubuh manusia.

Dokter Umum, dr. Gia Pratama dalam acara Press Conference #BeUnstoppable 50 Years Stories for Indonesia di Jakarta Selatan, Selasa (19/8/2025). Foto: Eka Nurjanah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Dokter Umum, dr. Gia Pratama dalam acara Press Conference #BeUnstoppable 50 Years Stories for Indonesia di Jakarta Selatan, Selasa (19/8/2025). Foto: Eka Nurjanah/kumparan

Menurut dokter umum yang juga Kepala IGD RS Prikasih, Jakarta Selatan, dr. Gia Pratama Putra, memahami perbedaan antara bakteri, virus, dan jamur sangat penting agar tidak salah kaprah dalam menilai kondisi tubuh maupun dalam memilih pengobatan.

Perbedaan Bakteri, Virus, dan Jamur

1. Bakteri

Ilustrasi bakteri. Foto: Billion Photos/Shutterstock

Bakteri merupakan mikroorganisme yang mengambil nutrisi tanpa merusak sel tubuh. Menurut dr. Gia, bakteri tidak secara langsung menyerang atau merusak sel tubuh. Sebaliknya, mereka mengambil nutrisi yang dibutuhkan oleh sel tubuh untuk bertahan hidup. Karena itu, ia menggambarkan bakteri sebagai “perampok”.

“Kalau bakteri cara kerjanya gimana? Dia gentleman, berantem sama leukosit kita. Bakteri itu rampok. Dia rampok makanan yang dibutuhkan sel tubuh kita,” ujar dr. Gia dalam acara Press Conference #BeUnstoppable 50 Years Stories for Indonesia di Jakarta Selatan, Selasa (19/8).

2. Virus

Ilustrasi virus. Foto: Shutterstock

Berbeda dengan bakteri, virus bekerja dengan cara menyerang langsung sel-sel tubuh manusia. Virus tidak membutuhkan makanan untuk bertahan, tapi dengan menginfeksi sel tubuh dan mengendalikan proses di dalamnya untuk berkembang biak.

dr. Gia menyebut virus memiliki sifat yang sangat spesifik dalam memilih target serangan, seperti:

-Virus COVID-19 menyerang sel pernapasan.

-Virus HIV menyerang sel sistem kekebalan, terutama leukosit.

-Virus Hepatitis menargetkan sel-sel hati.

3. Jamur

Ilustrasi patogen jamur. Foto: Kateryna Kon/Shutterstock

Sementara jamur merupakan mikroorganisme yang tumbuh subur di lingkungan lembap. Di tubuh manusia, jamur cenderung menyerang area yang memiliki kelembapan tinggi, seperti mulut dan area kewanitaan

“Di mana daerah paling lembap tubuh manusia? Mulut dan area kewanitaan. Makanya yang nyerang ke area kewanitaan itu jamur,” ujarnya.

kumparan post embed