Begini Cara Agar Sesi Video Call saat Lebaran jadi Seru dan Lancar

Jika keluarga Anda tak bisa mudik di momen Lebaran kali ini, bukan berarti lantas tak bersilaturahmi dengan keluarga dan sanak saudara. Ya Moms, manfaatkanlah teknologi! Ajak anak melalukan panggilan video atau video call untuk menyapa kakek, nenek atau kerabat lainnya.
Tapi jangan remehkan sesi video call ini, ya. Jangan sampai, hanya jadi basa-basi tanpa berbagi kegembiraan atau kedekatan yang nyata. Akan lebih bermakna kan, kalau video call berjalan tidak kaku, seru dan lancar?
Nah, untuk itu, Anda perlu persiapan dan strategi! Seperti apa, misalnya?
1.Jadwalkan
Buat jadwal video call dengan keluarga yang akan dihubungi. Bila jadwalnya sudah pasti, beritahu anak dan pastikan ia mengerti. Misalnya, "Besok pagi setelah salat Id, kita akan video call sama Nenek. Setelah video call, baru kita pergi."
Anda juga perlu mengingatkan anak beberapa saat sebelumnya. Katakan misalnya, "Main di dalam rumah saja ya, 10 menit jadeal kita video call Nenek, kan?"
Dengan begini, anak bisa mempersiapkan diri dan tidak merasa sesi video call sebagai gangguan atau interupsi.
2.Gunakan webcam
Bila memungkinkan, gunakan webcam untuk melakukan panggilan. Webcam lebih mudah diatur dan sangat menambah kualitas panggilan Anda, Moms.
Jika keluarga yang Anda hubungi tidak memiliki webcam, Anda juga bisa membelinya untuk mereka sebagai hadiah.
Namun ingat, jangan memaksakan gaya komunikasi kita yang bisa saja ada di luar zona kenyamanan orang lain ya. Misalnya, jika kakek atau nenek si kecil punya masalah penglihatan sehingga video call bagi mereka jadi melelahkan.
3.Jangan Terlalu Lama
Mungkin saja, ada rasa bersalah yang Anda rasakan karena sudah lama sekali tidak ngobrol dengan keluarga di kampung. Tapi, tahan diri dan hindari melakukan video call terlalu lama! Kecuali bila Anda ingin anak menjadi bosan lantas jadi terlihat malas-malasan ngobrol dengan keluarga di sebrang layar.
Jika Anda masih ingin mengobrol lebih lama, beri tahu anak-anak kapan mereka bisa pergi dan bagaimana caranya. Misalnya dengan berpamitan lebih dulu pada keluarga yang sedang 'menatap'-nya.
4.Siapkan cerita
Supaya obrolan lancar dan tidak 'garing', Anda juga bisa mengajak anak menyiapkan cerita sebelum melakukan video call. Tanyakan pada anak, apa yang hendak ia sampaikan atau ceritakan pada kakek dan nenek misalnya.
Bila anak bingung, dorong mereka untuk menceritakan hal-hal yang tengah ia gemari atau prestasi terbarunya di sekolah. Kakek dan nenek pasti senang mendengarnya.
Tidak hanya itu, menyiapkan cerita juga membuat anak tidak bingung saat mendapat pertanyaan "Apa kabar?" dari keluarga yang diajak bicara.
Anda juga dapat bertanya kepada anak-anak sebelumnya jika ada sesuatu yang ingin mereka tanyakan. Kemudian Anda dapat membantu mereka mengingat pertanyaan mereka selama panggilan berlangsung.
5.Lakukan sambil berkegiatan
Bila anak masih kecil, mungkin akan sulit untuk Anda mengajaknya melakukan video call sambil duduk tenang di sofa atau meja. Bila Anda memaksa, kemungkinan anak malah jadi rewel dan menolak bicara!
Solusinya? Coba lakukan panggilan sambil berkegiatan. Sambil Anda menemani anak bermain atau melukis mungkin? Ini akan membantu menenangkan dan memusatkan perhatian anak-anak.
Keluarga yang ada di ujung sana mungkin juga akan senang dan merasa dekat karena bisa melihat si kecil melakukan aktivitas harian mereka.
