Benarkah Anak Sering Membantah Artinya Parenting-nya Berhasil? Ini Kata Psikolog

Belakangan, media sosial ramai dengan konten yang mengaitkan sejumlah perilaku anak dengan keberhasilan pola asuh orang tua. Salah satunya, ketika anak berani membantah atau menyampaikan ketidak setujuannya.
Perilaku tersebut dianggap sebagai tanda anak merasa aman dengan orang tuanya. Tapi, menurut psikolog, kesimpulan itu nggak bisa dibuat hanya dari satu perilaku.
Psikolog: Penjelasan Tentang Pola Asuh Anak
Psikolog Klinis Anak, Remaja, dan Keluarga, Roslina Verauli, M.Psi., Psikolog, mengatakan bahwa konsep seperti secure attachment, pola asuh authoritative, hingga kemampuan anak mengelola emosi memang ada dalam psikologi perkembangan. Namun, penerapannya tidak sesederhana menghubungkan satu perilaku dengan satu teori.
“Dalam developmental psychology, satu perilaku jarang memiliki satu penyebab,” ujar Vera kepada kumparanMOM, Rabu (2/9).
Anak yang merasa aman dengan orang tuanya memang bisa lebih berani menyampaikan ketidak setujuan. Jadi, anak yang membantah belum tentu otomatis merasa bahwa rumah tersebut punya safety net buat dirinya. Ada banyak faktor lain yang bisa memengaruhi perilakunya.
Karena itu, perilaku anak sebaiknya dilihat sebagai petunjuk, bukan bukti tunggal. Psikolog perlu melihat apakah perilaku tersebut konsisten dari waktu ke waktu, muncul dalam berbagai situasi, sekaligus mempertimbangkan kemungkinan lainnya.
Jadi, kalau anak sering membantah, apakah berarti parenting kita berhasil? Belum tentu, Moms. Tapi bukan berarti juga parenting kita gagal. Untuk menilai pola asuh dan kondisi psikologis anak, dibutuhkan gambaran yang lebih utuh, bukan sekadar satu perilaku.
“Hampir semua perilaku anak bisa diinterpretasikan sebagai konfirmasi bahwa parenting-nya berhasil. Tentu saja rewarding bagi orang tua. Namun, belum tentu akurat,” tutup Vera.
