Benarkah Bayi ASI Lebih Rewel daripada yang Diberi Susu Formula?
·waktu baca 3 menit

Menangis merupakan satu-satunya cara bayi untuk berkomunikasi dengan orang tuanya. Menangis bisa menjadi tanda bahwa bayi sedang lapar, mengantuk, kelelahan, atau merasa tidak nyaman pada tubuhnya.
Ada banyak hal yang bisa menjadi alasan si kecil menangis, sehingga penting bagi orang tua untuk memahami dengan baik apa yang diinginkan anaknya. Namun, ada pendapat yang mengungkapkan bahwa bayi lebih banyak menangis karena disusui. Kemudian, bayi yang diberikan susu formula justru menangis lebih sedikit dari biasanya.
Apa benar begitu, Moms?
Bayi ASI Lebih Rewel daripada yang Diberi Susu Formula?
Mengutip Made for Mums, ada sebuah penelitian yang menunjukkan bahwa bayi yang disusui cenderung menangis lebih banyak daripada mereka yang diberi susu formula. Namun para peneliti juga menjelaskan, menangis adalah perilaku normal dan pemberian ASI tetap pilihan terbaik daripada susu formula.
“Ada banyak sekali yang mendukung menyusui sebagai bentuk nutrisi bayi yang paling sehat, jadi, daripada menunda menyusui orang tua harus memiliki ekspektasi yang lebih realistis terhadap perilaku normal bayi (seperti menangis) dan kemudian menerima dan memberi dukungan serta mengatasi perilaku tersebut,” ungkap peneliti dari Medical Research Council Epidemiology Unit di Cambridge, Dr. Ken Ong.
Banyak kemungkinan yang bisa menyebabkan bayi lebih sering menangis saat diberi ASI. Penelitian tersebut menjelaskan, pemberian makanan yang berlebihan dengan susu formula misalnya, itu berperan dalam perkembangan sifat bayi yang lebih tenang.
“Bayi yang diberi susu botol mungkin tampak lebih berisi, tetapi penelitian juga menunjukkan bahwa bayi ini mungkin kelebihan gizi dan mengalami kenaikan berat badan terlalu cepat,” lanjut Dr. Ken.
Ya Moms, bayi yang disusui dianggap memiliki temperamen yang lebih menantang sehingga cenderung banyak menangis. Namun bukan berarti memberikan susu formula menjadi pilihan yang tepat, ya. Dikutip dari BBC, sifat lekas marah pada bayi yang disusui adalah wajar sebagai cara mereka mengkomunikasikan kebutuhannya.
Pentingnya Memberikan ASI Eksklusif pada Bayi
ASI yang diberikan secara eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupan dapat mencukupi kebutuhan nutrisi si kecil untuk tumbuh dan berkembang. Sebab, kandungan ASI mulai dari kolostrum, protein, hingga laktosa sesuai dengan kondisi dan kemampuan saluran cerna bayi.
Kemudian, ASI juga sebagai sumber karbohidrat yang dapat diserap lebih baik oleh bayi dibandingkan dengan yang terdapat di dalam susu formula. Lalu komposisi protein yang lebih banyak adalah whey, sehingga lebih mudah dicerna oleh usus bayi baru lahir.
Beberapa asam amino dan nukleotida pada ASI yang berperan dalam perkembangan jaringan otak, saraf, kematangan usus, penyerapan besi, dan daya tahan tubuh juga berada dalam jumlah yang lebih besar daripada susu formula, Moms.
Kandungan lemak di dalam ASI juga jumlahnya lebih besar, berbeda dengan susu formula. Lemak diperlukan bayi terutama untuk mendukung pertumbuhan jaringan saraf dan retina mata pada bulan-bulan pertama kehidupannya.
ASI juga kaya akan vitamin dan mineral yang penting dalam pembentukan sel dan jaringan. Itu lah kenapa pemberian ASI eksklusif sangat disarankan oleh ahli kesehatan. Bahkan, ibu juga sebaiknya tetap memberikan ASI hingga anak berusia 2 tahun meski ia sudah mengonsumsi makanan padat, lho.
