Benarkah Pilek Akan Lebih Parah saat Hamil?
ยทwaktu baca 3 menit

Pilek merupakan kondisi yang umum dialami siapa pun. Tetapi, bila Anda sedang hamil, mungkin akan merasakan pilek jadi lebih menyiksa. Bahkan, pilek bisa terjadi lebih sering dan berlangsung lama. Kira-kira, kenapa hal ini bisa terjadi?
Sebelum itu, pahami bahwa rata-rata orang dewasa bisa mengalami dua hingga tiga kali pilek atau colds --dikenal juga infeksi saluran pernapasan atas-- yang disebabkan oleh virus. Namun, bila Anda sedang hamil, pilek cenderung akan lebih sering terjadi dan bahkan disertai batuk atau sesak.
Dikutip dari Healthline, virus yang menyebabkan Anda pilek saat hamil sebenarnya sama dengan saat Anda tidak sedang hamil. Meski begitu, pilek bisa terasa lebih parah karena kehamilan membuat tubuh seseorang menjadi lebih sakit dan nyeri. Lebih sering pilek juga terjadi karena perubahan sistem kekebalan tubuh selama kehamilan.
Gejala Pilek yang Terjadi saat Hamil
Sebenarnya, gejala pilek saat hamil serupa dengan yang terjadi saat Anda sedang tidak mengandung. Misalnya:
Batuk
Hidung berair atau tersumbat
Bersin-bersin
Kelelahan
Pegal-pegal
Jika dilihat sebenarnya gejalanya cukup umum terjadi. Tetapi, ada yang perlu diwaspadai ibu hamil tentang kemungkinan gejala jadi lebih parah karena ada virus lain, yang bahkan dapat menyebabkan infeksi. Virus ini dikhawatirkan dapat menyebabkan pertumbuhan janin terhambat, berat badan lahir rendah, dan bayi lahir prematur. Bila sampai terjadi infeksi, khususnya pada trimester pertama, maka dikhawatirkan dapat berbahaya bagi kondisi janin.
Gejala pilek yang patut diwaspadai saat hamil, yaitu:
Demam lebih dari 38 derajat celcius
Pilek yang jadi parah secara tiba-tiba
Sulit bernapas
Berlangsung lebih dari 10 hari
Bila ibu hamil mengalami kondisi atas, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Lantas, boleh enggak sih minum obat pereda flu yang beredar di pasaran? Umumnya, obat yang sudah dijual bebas dan mendapatkan persetujuan dari otoritas setempat, misalnya BPOM di Indonesia, dianggap digunakan. Namun, karena Anda sedang hamil, penting untuk selalu berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter sebelum mengonsumsi obat atau vitamin apa pun.
Meredakan pilek juga tidak selalu harus minum obat kok, Moms. Ada beberapa cara alami yang bisa dilakukan di rumah untuk meredakan pilek, dan tentu dianggap lebih aman bagi ibu hamil, antara lain:
- Berkumur dengan air garam
- Gunakan pelembap udara (air purifier)
- Membersihkan hidung dengan rajin membilas atau semprotkan cairan nasal
- Minum banyak cairan, salah satunya boleh campuran air lemon dan madu
- Cukup istirahat
Kebanyakan pilek akan hilang dalam satu hingga dua minggu. Dan jangan khawatir, karena kebanyakan kasus pilek saat hamil tidak menimbulkan komplikasi jangka panjang bagi Anda dan bayi di dalam kandungan.
Tips Cegah Pilek saat Hamil
Ada berbagai cara juga untuk mencegah pilek selama kehamilan. Apa saja?
Praktikkan pola hidup bersih dan sehat, termasuk sering mencuci tangan.
Konsumsi makanan dan suplemen yang dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Tapi, konsultasikan dulu penggunaannya pada dokter.
Pakai masker atau menjaga jarak dengan orang lain saat sedang pilek.
Tidur yang cukup.
Bagi wanita yang merokok, hentikan kebiasaan tersebut.
