Kumparan Logo

Berapa Kali Bayi 6 Bulan Makan MPASI dalam Sehari?

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi bayi menolak makan atau MPASI. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bayi menolak makan atau MPASI. Foto: Shutterstock

Setelah fase ASI eksklusif, orang tua perlu tahu berapa kali bayi 6 bulan makan MPASI dalam sehari. Sebab, kebutuhan nutrisinya sudah tidak mencukupi bila hanya diberikan ASI saja, Moms.

Ya, ketika memasuki usia 6 bulan, bayi akan mulai fase selanjutnya yaitu konsumsi makanan pendamping ASI (MPASI). Dikutip dari laman Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), kebutuhan energi dan nutrisi si kecil akan semakin bertambah, sehingga diperlukan asupan makanan yang tepat.

Misalnya, ketika bayi baru lahir hingga usia 3 bulan, kebutuhan energinya sebanyak 400 kcal/hari, lalu bertambah menjadi 500 kcal/hari hingga usia 5 bulan.

Kemudian, di usia 6-8 bulan, kebutuhan energi ibu mencapai 600 kcal/hari, namun ASI saja hanya mampu memenuhi 400 kcal dalam sehari, Moms. Sehingga, rata-rata energi tambahan yang diperlukan dari MPASI adalah sebanyak 200 kcal/hari, lalu akan bertambah sampai usianya 1 tahun. Maka dari itu, MPASI yang adekuat penting untuk memenuhi kebutuhan energi, protein, dan mikronutrien pada bayi.

Berapa Kali Bayi 6 bulan Makan MPASI dalam Sehari?

Bagi Anda yang baru akan pertama kali menyiapkan MPASI untuk bayi, maka harus tahu frekuensi pemberiannya dalam sehari. Masih dikutip dari laman IDAI, berikut rincian pemberian MPASI pada bayi berusia 6 bulan:

  • Frekuensi makan: 2-3 kali makan besar dan 1-2 kali makan selingan

  • Porsi: 3 sendok makan hingga setengah mangkuk berukuran 250 ml

  • Tekstur: Bubur kental atau saring (puree)

Ilustrasi Ibu Menyuapi Bayi Sudah MPASI. Foto: Shutterstock

Salah satu yang harus diperhatikan adalah protein nabati dan hewani boleh diberikan sejak usia 6 bulan. Jadi, misalkan Anda ingin memberikan telur, daging, dan ikan maka harus diberikan dalam keadaan yang benar-benar matang.

Dalam periode awal MPASI, Anda juga akan memperhatikan salah satu tahapan penting perkembangan anak, yaitu:

  • Mulai dapat memindahkan makanan dari satu sisi mulut ke sisi lainnya

  • Gigi depan bayi mulai tumbuh

  • Bayi dapat menelan makanan dengan tekstur yang lebih kental

Selama fase awal pemberian MPASI, Anda perlu memahami bahwa bayi memerlukan waktu untuk beradaptasi dari peralihan ASI menuju MPASI. Sehingga, wajar bila bayi belum langsung melahap makanannya, dilepeh, atau bahkan masih enggan untuk memakannya. Yang terpenting dalam fase ini adalah ibu dan ayah untuk sabar dan terus memberi semangat kepada bayi untuk makan.

Dan ingat, jangan memaksa bayi untuk menghabiskan makanannya. Karena MPASI merupakan tahap awal yang tidak bertujuan untuk kenyang saja, tetapi juga melatih keterampilan makan dan mengenalkan rasa bahan alami kepada bayi.