Kumparan Logo

Berapa Lama Anak Sembuh dari Flu Singapura?

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi anak flu singapura. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak flu singapura. Foto: Shutter Stock

Flu Singapura atau Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) adalah infeksi menular yang disebabkan oleh virus enterovirus. Umumnya, flu Singapura menyerang anak-anak. Meski begitu, tidak menutup kemungkinan orang dewasa akan mengalaminya juga.

Flu Singapura bukanlah jenis penyakit baru. Sebab, infeksi yang menyerang kaki, mulut, dan tangan anak, ini sudah ada sejak 1957 di Toronto, Kanada. Bahkan, pada tahun 2009, penyakit ini menyebabkan beberapa korban jiwa di Singapura. Oleh karena itu, penyakit HFMD kerap dinamai flu Singapura, meski gejalanya tidak mirip flu dan justru lebih mirip dengan cacar air.

Anak dengan infeksi HFMD umumnya mengalami demam, badan terasa nyeri, sariawan langit-langit mulut, kesulitan menelan, sampai ruam kemerahan di beberapa area tubuh seperti di lengan tangan, kaki, dan bokong.

Ilustrasi Anak Sariawan Foto: Thinkstock

Meski begitu, penyakit ini tidak tergolong berbahaya, Moms. Sebab, infeksi ini tergolong self limiting disease atau akan sembuh dengan sendirinya. Sehingga, masa penyembuhan anak terinfeksi flu Singapura tidak membutuhkan waktu lama. Lantas, berapa hari?

Kata Dokter soal Masa Penyembuhan Anak yang Terinfeksi Flu Singapura

Dokter Spesialis Anak, Konsultan Infeksi dan Ahli Penyakit Tropis pada anak, DR. dr. Anggraini Alam, SpA(K) mengatakan, infeksi virus ini akan membaik atau sembuh sendiri setelah 7 hingga 10 hari setelah terinfeksi. Maka dari itu, anak yang terinfeksi flu Singapura tidak disarankan untuk minum antibiotik, karena efek samping yang dirasakan bisa lebih berbahaya.

“Umumnya virus ini menyebabkan penyakit ringan selama 7 - 10 hari, setelah itu akan sembuh sendirinya,” tutur dr. Anggi, panggilan akrab dr. Anggraini, saat dihubungi kumparanMOM beberapa waktu lalu.

Dokter yang praktik di RS Advent Bandung ini menyebut, belum ada pengobatan khusus untuk menyembuhkan penyakit HFMD. Obat-obatan yang dilakukan pun hanya bersifat simptomatik atau untuk mengobati gejalanya saja, seperti pemberian parasetamol bila anak demam.

Ilustrasi Anak minum obat. Foto: GOLFX/Shutterstock

“Pengobatannya hingga saat ini belum ada, karena pada umumnya dia akan sembuh sendiri. Tapi, kalau anaknya demam, diberikan obat yang aman saja seperti parasetamol,” kata dr. Anggi.

Di samping itu, orang tua disarankan untuk tetap menjaga asupan cairan anak agar tidak mengalami dehidrasi hingga merasa lemas. Dengan begitu, proses penyembuhan anak bisa semakin cepat.

“Yang paling penting dari semua adalah jangan sampai anaknya mengalami dehidrasi. Oleh karena itu, kita harus memberikan kecukupan cairan pada anak,” tutup dr. Anggi.