Kumparan Logo

Berapa Lama Idealnya Bayi Tidur dalam Sehari?

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi bayi tidur. Foto: all_about_people/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bayi tidur. Foto: all_about_people/Shutterstock

Setelah melahirkan, banyak orang tua bertanya-tanya, idealnya, bayi baru lahir tidur berapa jam dalam sehari, ya? Pasalnya tidur bayi memang tidak sama dengan orang dewasa. Ada yang terlihat seperti tukang tidur, ada juga yang tidurnya sebentar-sebentar tapi sering.

Untuk itu, yuk kita bahas berapa lama waktu tidur normal untuk bayi baru lahir, supaya Anda lebih tenang dan tahu apa yang perlu diperhatikan.

Pola Tidur Bayi Baru Lahir

Ilustrasi Bayi Tidur. Foto: Shutterstock

Dikutip dari laman Healthline, bayi baru lahir biasanya tidur sekitar 14 sampai 17 jam dalam periode 24 jam. Namun, durasi tidur itu tidak sekaligus, melainkan terbagi dalam beberapa segmen sepanjang hari dan malam.

Di fase awal ini, bayi sering terbangun setiap 1–3 jam untuk disusui atau mengganti popok. Ukuran lambung yang masih kecil membuat bayi cepat merasa lapar, sehingga mereka harus makan berkali-kali meskipun sudah tidur.

Tapi ada rentang waktu tidur yang masih dianggap normal:

  1. Untuk bayi 0–3 bulan: tidur tidak kurang dari 11 jam, dan tidak lebih dari 19 jam dalam 24 jam.

  2. Bayi 4–11 bulan: tidur sekitar 10–18 jam dalam sehari.

Jika Anda merasa bayi tidur jauh di bawah atau di atas rentang ini, apalagi jika bersamaan dengan indikasi seperti sulit menyusu, berat badan tidak naik, atau bayi tampak lesu, sebaiknya konsultasikan ke dokter anak, ya.

Kenapa Bayi Tidur Sebanyak Itu?

Ilustrasi bayi tidur lelap Foto: Shutter Stock

Beberapa alasan kenapa bayi baru lahir butuh banyak tidur:

  1. Pertumbuhan & perkembangan otak
saat tidur.

    Otak bayi aktif memproses pengalaman baru, membentuk koneksi saraf, dan memperkuat daya ingat.

  2. Proses pemulihan & adaptasi tubuh

    Sistem tubuh bayi masih baru, organ-organ seperti paru-paru, hati, imun tubuh masih beradaptasi setelah lahir. Tidur membantu regenerasi dan pertumbuhan.

  3. Kebutuhan energi tinggi
Meski tidur banyak

    Bayi tetap makan dengan frekuensi tinggi. Proses pencernaan, pengolahan nutrisi, serta pertumbuhan memerlukan banyak energi.

Tips Membantu Bayi Baru Lahir Tidur Lebih Nyenyak

Berikut ini beberapa strategi yang bisa membantu bayi tidur lebih baik dan orang tua juga bisa tidur:

Ilustrasi Bayi Tidur. Foto: Shutterstock
  1. Menciptakan rutinitas tidur yang konsisten. Seperti waktu tidur, suasana kamar yang redup, jangan terlalu terang.

  2. Pastikan bayi kenyang menyusu.

  3. Gunakan teknik yang menenangkan, seperti digendong, diayun lembut, atau menggunakan suara white noise.

  4. Perhatikan tanda-tanda bayi mengantuk. Bila bayi mulai mengucek mata, menguap, rewel segera siapkan tidur agar bayi tidak terlalu lelah.

  5. Pastikan tidur bayi aman. Posisikan badan bayi telentang, lingkungan bebas asap rokok, suhu kamar cocok, dan kasur yang sesuai standar keamanan bayi.