Kumparan Logo

Berhubungan Seks saat Hamil Trimester Ketiga, Amankah?

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi seks saat hamil Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi seks saat hamil Foto: Shutterstock

Banyak pasangan yang khawatir, apakah berhubungan seks saat hamil trimester ketiga aman dilakukan. Ya Moms, wajar saja jika kekhawatiran itu muncul mengingat kehamilan sudah memasuki tahap akhir, dan perkembangan janin semakin pesat.

Kabar baiknya, mengutip National Health Service (NHS), berhubungan seks di trimester ketiga aman dilakukan selama kehamilan sehat dan tidak berisiko. Meski demikian, penting untuk diingat bahwa setiap kehamilan berbeda-beda, sehingga sebaiknya konsultasikan ke dokter Anda terlebih dahulu, ya!

Penjelasan Kenapa Seks saat Hamil Trimester Ketiga Aman

Ilustrasi berhubungan intim (seks). Foto: Shutter Stock

Moms, tubuh Anda telah melindungi janin dengan cairan amniotik, rahim yang kokoh, dan plug lendir di serviks — sehingga penetrasi tidak akan langsung “menyentuh” bayi.

Namun, karena perubahan fisik dan hormon di trimester ketiga, perlu penyesuaian agar seks tetap nyaman dan tidak menimbulkan kekhawatiran. Ini beberapa hal yang perlu diperhatikan:

1. Ketahui kondisi aman dan kondisi yang perlu berhati-hati

Kondisi yang umumnya aman untuk melakukan seks saat hamil:

  • Kehamilan berjalan normal, tidak ada pendarahan atau kebocoran air ketuban.

  • Tidak ada diagnosis seperti plasenta previa (plasenta menutupi serviks) atau serviks yang mulai membuka terlalu dini.

  • Anda atau pasangan tidak memiliki infeksi menular seksual baru yang belum dikontrol.

Kondisi di mana seks saat hamil sebaiknya dihindari atau dibicarakan dengan dokter:

  • Jika terjadi perdarahan vagina, kebocoran cairan ketuban, atau Anda mempunyai riwayat persalinan prematur.

  • Jika dokter atau bidan Anda sudah menyarankan untuk menghindari hubungan seksual karena risiko tertentu.

Jadi, jika Anda tidak punya tanda-bahaya dan merasa nyaman, Anda dan pasangan bisa melanjutkan. Tapi tetap bijak dan komunikasikan dengan tenaga kesehatan Anda.

2. Tips agar hubungan seks tetap nyaman saat hamil

Memasuki trimester ketiga, tubuh Anda akan mengalami perubahan seperti perut yang makin besar, payudara lebih sensitif, sendi pinggang atau punggung terasa pegal.

Berikut beberapa tips agar aktivitas intim tetap nyaman:

  • Pilih posisi yang tidak memberi tekanan berlebih pada perut, punggung, atau pembuluh darah besar. Misalnya posisi miring, spooning, atau posisi wanita di atas di mana Anda mengontrol kedalaman penetrasi.

  • Gunakan bantal penyangga untuk menopang punggung atau pinggul Anda. Ini membantu mengurangi ketegangan otot dan sendi.

  • Banyak pasangan memilih kegiatan intim selain penetrasi — seperti pijatan lembut, cuddling, atau stimulasi non-penetratif — untuk menjaga keintiman tanpa memaksakan posisi yang tidak nyaman.

  • Dengarkan tubuh Anda: jika ada rasa sakit, kontraksi yang tak wajar, atau perdarahan setelah seks, segera hentikan dan konsultasikan dengan dokter.

3. Komunikasi dengan pasangan dan dokter

Seks saat hamil bukan hanya soal fisik, kondisi emosional dan komunikasi Anda juga penting.

  • Bicarakan bersama pasangan: kenyamanan Anda, batasan Anda, posisi apa yang terasa nyaman, dan kapan Anda merasa lelah atau enggan.

  • Jangan segan tanya ke dokter atau bidan Anda: “Apakah saya boleh melakukan seks saat hamil dalam kondisi saya sekarang?” Karena setiap kehamilan berbeda.

  • Ingat bahwa perubahan hormon dan kondisi fisik bisa membuat libido naik turun di trimester ketiga. Itu hal yang wajar.

  • Keintiman juga bisa diwujudkan lewat hal sederhana: pelukan, berbicara dari hati ke hati, atau momen santai berdua — bukan hanya penetrasi.

4. Manfaat berhubungan seks saat hamil

Walau mungkin lebih menantang secara fisik, ada beberapa manfaat menjaga keintiman di kehamilan trimester ketiga:

  • Meningkatkan kedekatan emosional antara Anda dan pasangan yang akan segera menjadi orang tua bersama.

  • Bisa membantu Anda merasa lebih rileks, karena orgasme melepaskan hormon yang membuat Anda merasa lebih baik — meskipun bukan jaminan untuk persalinan.

  • Memelihara kehidupan seksual Anda bisa membuat transisi menjelang kelahiran lebih lancar secara emosional.