Beri Anak Jamu untuk Tambah Nafsu Makan, Boleh Enggak Sih?

19 September 2023 14:33
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Jamu kunyit. Foto: Shutterstock
ADVERTISEMENT
Anak susah makan bisa jadi tantangan tersendiri bagi para orang tua. Gerakan Tutup Mulut (GTM) ini juga mungkin pernah dialami oleh hampir semua anak, dan membuat ibu khawatir karena si kecil jadi tidak mendapat asupan makanan yang dibutuhkan.
ADVERTISEMENT
Dikutip dari laman Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), penyebab anak sulit makan sangat beragam, Moms. Mulai dari masalah kesehatan seperti sedang tumbuh gigi, sariawan, hingga masalah pada selera makan anak. Seperti komposisi makanan yang kurang bervariasi, tidak menyukai rasa atau tekstur makanan tertentu, bosan dengan apa yang mereka makan, atau bahkan suasana makan yang kurang mendukung.
Beberapa orang tua pun masih meyakini memberikan jamu-jamuan bisa membantu anak yang sedang sulit makan. Benarkah bisa ampuh?

Beri Anak Jamu untuk Tambah Nafsu Makan, Boleh Enggak Sih?

Ilustrasi anak membeli jamu. Foto: Muhdan Syarovy/Shutterstock
Memberikan jamu untuk meningkatkan nafsu makan anak ternyata boleh-boleh saja lho, Moms! Menurut Dokter Spesialis Anak dr. Kurniawan Satria Denta, SpA, M.Sc, jamu dapat diberikan karena berbagai komponen di alam bisa membantu mengatasi masalah sulit makan. Tidak hanya pada anak-anak, tetapi berlaku juga bagi orang dewasa.
ADVERTISEMENT
dr. Denta menyebut beberapa rempah-rempah yang bisa diolah sebagai jamu untuk anak seperti kencur, kunyit, jahe, temulawak, hingga kayu manis.
"Bahan-bahan itu semua bisa, asal dipastikan diolah dengan cara yang bersih," ucap dr. Denta kepada kumparanMOM.
Selain itu, ia mengingatkan beberapa hal perlu diperhatikan sebelum anak diberikan jamu untuk meningkatkan nafsu makan, seperti:
1. Sesuaikan dengan Usia Anak
Ingat Moms, jamu hanya dapat diberikan pada anak di atas satu tahun. Bila umur anak di bawah itu, penting untuk konsultasikan dulu kepada dokter anak untuk dicarikan solusi yang tepat.
Ilustrasi jamu. Foto: Shutter Stock
2. Pakai Bahan yang Aman
dr. Denta mengingatkan agar tidak menambahkan bahan-bahan lain yang dapat berbahaya pada anak. Sebisa mungkin pakailah bahan-bahan alami.
ADVERTISEMENT
3. Tidak Dipaksa
Memaksa anak meminum jamu-jamuan atau dicekok dapat menimbulkan trauma mendalam pada psikologis si kecil.
"Karena kalau misalnya kita paksa, kita cekokin, nanti malah semakin trauma anaknya, malah jadi semakin tidak mau makan," ujar dia.
Dan yang paling penting, dr. Denta mengingatkan pemberian jamu bukanlah solusi utama ketika si kecil sedang sulit makan. Namun, perlu dicari tahu penyebabnya sehingga penanganannya bisa dilakukan lebih tepat.
"Yang paling penting adalah kita cari tahu dulu kenapa nafsu makan anak itu berkurang. Jangan-jangan ada sebab lain yang nanti kalau misalnya tidak diatasi, mau diminumin jamu sebanyak apa pun tidak akan teratasi," tutup dr. Denta.