Kumparan Logo

Beri Tahu Calon Ayah, Hindari 8 Hal Ini agar Kualitas Sperma Terjaga

kumparanMOMverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi pasangan.  Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pasangan. Foto: Shutterstock

Kondisi sperma yang berkualitas, maka membuat Anda dan suami lebih dekat menyandang status baru sebagai seorang ayah dan ibu. Tapi tak cuma itu, rupanya selain menentukan kesuburan pria, kualitas sperma juga turut pengaruhi kesehatannya, Moms.

Dilansir dari Bidan Kita, riset yang dilakukan di Laboratorium Analisis Sperma di Kopenhagen, Denmark sejak tahun 1963 hingga 2001 (hingga objek penelitian meninggal), telah melakukan penelitian terhadap 43.277 pria, untuk mencari tahu hubungan antara kualitas sperma dengan kesehatan dan kematian.

com-Ilustrasi pasangan suami istri Foto: Shutterstock

Hasilnya menunjukkan, pria yang memiliki 40 juta konsentrasi sperma per milimeter umurnya lebih panjang 40 persen daripada laki-laki yang mempunyai 10 juta konsentrasi sperma per milimeter.

Selain itu, pergerakan sperma juga turut pengaruhi. Laki-laki yang spermanya aktif bergerak sebesar 75 persen punya tingkat kesehatan 54 persen lebih besar dibanding dengan mereka yang spermanya hanya bergerak 25 persen saja. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pria dengan kualitas sperma baik, dapat bertahan hidup lebih lama.

Nah, untuk memperoleh kualitas sperma yang baik, ada beberapa hal yang perlu ayah lakukan. Beri tahu ia untuk hindari hal-hal berikut:

1. Merokok

Ilustrasi sampah puntung rokok Foto: Unsplash

Pasalnya di dalam rokok terkandung ribuan zat berbahaya yang berisiko membuat sperma menjadi cacat, bergerak perlahan, dan jumlahnya sedikit. Selain itu merokok juga dapat merusak DNA sperma suami, sehingga kelak bisa mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan janin hingga memicu kanker.

2. Alkohol

Ilustrasi minuman alkohol Foto: Unsplash/ Gary Butterfield

Selain rokok, alkohol juga perlu dihentikan konsumsinya, karena dapat mengurangi kualitas dan kuantitas sperma. Bila ingin tetap mengkonsumsi, setidaknya batasi diri untuk tidak minum lebih dari satu atau dua takar sehari.

3. Hindari obat terlarang

Obat terlarang seperti ganja juga hindari untuk dikonsumsi, karena bisa menurunkan gerakan sperma dan justru meningkatkan jumlah sperma yang abnormal. Selain ganja, kokain dan opiat juga berkontribusi pada disfungsi ereksi, Moms.

4. Paparan panas

Moms, suami juga harus menghindari paparan panas berlebih. Kenapa? Sebab dapat menurunkan jumlah spermanya. Tak hanya itu, penggunaan celana yang ketat, duduk terlalu lama, dan meletakan laptop di pangkuan juga dapat meningkatkan suhu skrotum.

5. Jangan terlalu lama duduk

Podcast bahaya duduk terlalu lama. Foto: Maulana Saputra/kumparan

Hindari duduk di kursi lebih dari 30 menit, ditambah jika menggunakan celana pendek. Itu karena bisa meningkatkan suhu skrotum dan mempengaruhi produksi sperma.

6. Tidak menggunakan pelumas

Setiap ingin berhubungan intim, bilang ke ayah untuk tidak menggunakan pelumas, baik dalam bentuk lotion atau bahkan air liur sekalipun. Pasalnya hal ini dapat mengganggu gerakan sperma.

7. Hindari obat tertentu

Ilustrasi obat-obatan yang harus dibawa ketika traveling. Foto: Shutter Stock

Bilang ke pasangan untuk tidak memakai anabolic steroid, antibiotik dan obat-obatan tertentu untuk penyakit kronis. Alasannya karena bisa mengurangi kesuburan ayah, Moms.

Selain itu, anti-androgen yang digunakan untuk mengobati pembesaran prostat dan kanker juga berpeluang mengganggu produksi sperma.

8. Hati-hati dengan paparan bahan kimia

Bahan Kimia Foto: Pixabay/Public Domain Pictures

Ayah juga perlu berhati-hati dengan paparan kimia seperti: pestisida, logam berat, dan limbah industri. Pasalnya dapat mempengaruhi kuantitas dan kualitas sperma. Untuk menghindarinya, bilang ke ayah agar menggunakan pakaian pelindung, masker wajah dan pastikan ventilasi ruangan sudah tepat untuk mengurangi risiko menyerap racun.