Kumparan Logo

Bila Selalu Bersama Bayi, Apakah Ibu Menyusui Tetap Perlu Pompa ASI?

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi ibu menyusui. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ibu menyusui. Foto: Shutter Stock

Selalu ada hikmah di balik setiap musibah, termasuk pandemi COVID-19 yang sudah dua tahun lebih melanda dunia. Salah satu hikmah pandemi adalah kemudahan bagi ibu menyusui bayinya, khususnya bagi ibu bekerja. Sebab dalam kondisi normal, ibu bekerja umumnya harus berjuang ekstra untuk memompa ASI untuk memenuhi kebutuhan si kecil selama ditinggal ke kantor.

Bicara soal hal ini, masih perlukah ibu menyusui memompa ASI jika setiap hari bersama bayi? Moms, yuk, baca terus artikel ini sampai habis untuk memahaminya.

Bilamana Ibu Perlu Memompa ASI?

Ilustrasi ibu memompa ASI atau pompa ASI. Foto: Shutter Stock

Menurut konselor laktasi dr Citra Amelinda, Sp.A, IBCLC, M Kes, ibu menyusui yang setiap hari selalu bersama anaknya sebetulnya tidak perlu memompa ASI. Sebab kandungan ASI setiap hari selalu berubah sesuai dengan kebutuhan bayi pada saat itu. Namun bukan berarti ASI yang dipompa kualitasnya buruk karena bagaimanapun ASI adalah makanan terbaik untuk bayi.

dr Citra menyarankan, apabila hendak memompa ASI untuk cadangan jika sewaktu-waktu harus meninggalkan anak, pompalah secukupnya. Tidak perlu menyimpan stok ASI terlalu banyak di kulkas.

“Kadang-kadang saya lihat di socmed sekulkas isinya ASI semua. Yang butuh ASI itu anaknya, bukan kulkasnya. Nah kalau kita kasih makan anak dan kasih makan kulkas juga, jadi si otak kita produksinya kebanyakan, di luar yang dibutuhkan,” kata dokter yang praktik di RS Primaya Hospital, Bekasi Timur, ini.

kumparan post embed

dr Citra menyebut, umumnya ibu menyusui bayinya setiap 2-3 jam sekali. Sehingga kalaupun harus pompa, disesuaikan juga dengan jadwal menyusui. Jangan lantas memompa ASI tiap satu jam sekali karena justru berpotensi membahayakan ibu.

“Kalau tiap jam pompa ASI, jadi kita telat ngisi sedikit payudara sudah keburu penuh. Kalau terlalu lama penuh dia membatu, kalau sudah membatu enggak bisa pakai pompa, harus manual,” ujar dr Citra.

Ilustrasi mastitis pada ibu menyusui. Foto: Alona Siniehina/Shutterstock

Dia mengingatkan, jika payudara penuh dalam waktu lama dan tidak segera dikosongkan justru berpotensi menimbulkan berbagai masalah, seperti mastitis hingga abses. Jika sudah demikian, segera ke dokter ya, Moms.

“Jadi itulah manajemen ASI. ASI itu bukan sebanyak-banyaknya, tapi ASI itu harus cukup untuk anak,” tutupnya.