Kumparan Logo

Bingung Cara Jelaskan pada Anak soal Pelecehan Seksual? Simak Caranya, Moms

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi pelecehan seksual pada anak. Foto: narikan/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pelecehan seksual pada anak. Foto: narikan/Shutterstock

Moms, mengedukasi anak tentang pelecehan seksual terkadang masih dianggap tabu oleh sebagian masyarakat. Padahal edukasi ini justru penting agar anak terhindar dari pelecehan seksual, lho.

Mengutip Raising Children, dengan mengedukasi tentang pelecehan seksual, secara tidak langsung telah memberi pesan pada anak bahwa ia bisa membicarakan apa pun kepada orang tuanya. Sehingga jika merasa risi atau mengalami tindakan yang mengarah pada pelecehan, ia bisa dengan nyaman bercerita kepada ibu atau ayahnya.

Lantas, bagaimana cara memulai penjelasan soal edukasi seksual pada anak?

Cara Mengedukasi Anak soal Pelecehan Seksual

Jika masih merasa canggung atau bingung, untuk anak yang lebih besar, cobalah mulai dengan membicarakan tentang relasi yang saling menghormati seperti ayah dan ibu.

Ya Moms, jelaskan bahwa banyak hal baik yang terjadi dalam hubungan yang saling percaya, seperti merasa dicintai dan saling berbagi saat-saat menyenangkan. Tetapi Anda juga dapat mengatakan bahwa terkadang hubungan dapat membuat orang merasa tidak nyaman, tidak aman, atau diintimidasi – dan ini tidak baik.

Penting juga untuk mencari tahu bagaimana anak di sekolah diajarkan terkait perlindungan dan keamanan pribadi. Tak perlu bicarakan semua hal tentang pelecehan seksual sekaligus atau dalam satu waktu Moms, karena Anda bisa membahasnya di sela-sela obrolan sehari-hari.

Ilustrasi anak digendong. Foto: Shutterstock

Dengarkan Keluh Kesah Anak

Terkadang saat bercerita di sela obrolan sehari-hari, anak memberi tahu sesuatu hal yang membuatnya tak nyaman. Nah Moms, Anda bisa mengulang pernyataan si kecil untuk memastikan apa yang terjadi.

Misalnya, “Kamu enggak suka kalau Bu R memelukmu?”. Lalu tanggapi dengan “Enggak apa-apa bilang ke Bu R kalau kamu enggak mau. Atau kamu mau Ibu yang bilang ke Bu R?”

Katakan Tidak untuk Membela Diri

Jika anak merasa tidak nyaman disentuh, jelaskan padanya untuk tak ragu mengatakan tidak. Terutama pada beberapa tindakan orang lain berikut:

  • menyentuh mereka,

  • meminta mereka melakukan sesuatu yang terasa tidak aman, menakutkan, atau membingungkan,

  • melakukan sesuatu yang membuat mereka ingin pergi,

  • mengancam, menyuap atau memeras mereka,

  • telah menipu mereka ke dalam situasi yang tidak aman.

Penting juga untuk mengajarkan pada si kecil agar ia bisa menghargai orang lain yang juga berkata ‘tidak’ padanya. Ajarkan juga cara menolak yang sopan dan bagaimana menghindar jika anak dipaksa. Misalnya, berdiri tegak dan berkata dengan keras, “Stop, tidak mau!”.

Bantu Anak Kenali Tanda Peringatan Fisik

Moms, jika si kecil dapat mengenali tanda-tanda dalam situasi yang tidak aman, maka juga harus bisa mengenali tanda-tanda dalam situasi yang tidak aman secara seksual. Salah satu caranya adalah dengan memperhatikan reaksi tubuh.

Misalnya, untuk anak yang lebih kecil, cobalah katakan 'Saat kamu merasa tidak aman, perutmu mungkin terasa bergejolak, jantungmu mungkin berdebar kencang, atau tubuhmu mungkin terasa panas, gemetar, atau goyah'.

Untuk anak yang lebih besar, Anda bisa mengatakan, 'Ketika kamu merasa tidak aman, jantungmu mungkin berdebar kencang, otot terasa tegang atau kencang, tangan berkeringat, merinding atau panas, atau merasa seperti mau sakit’.

Katakan pada anak siapa saja yang bisa ia tuju atau ia hubungi saat berada dalam kondisi tersebut. Seperti ayah, ibu, pengasuh, dan kerabat yang dipercaya.

Moms, anak juga perlu tahu bahwa dia berkuasa penuh akan tubuhnya. Mereka dapat memahami bahwa orang lain tidak boleh menyentuh tubuhnya atau mengambil foto, video tubuhnya, terutama alat kelaminnya.

Mengenali Situasi Aman dan Tidak Aman

Moms, penting juga untuk mengenalkan kondisi aman dan tidak aman pada anak di sela obrolan santai sehari-hari. Ingat, anak kecil tak selalu bisa mengenali tempat yang aman dan tidak aman. Jadi sebaiknya bicarakan tentang apa yang mereka rasakan di tempat yang berbeda.

Pertanyaan-pertanyaan seperti:

  • Di mana kamu merasa bahagia dan tahu bahwa kamu akan aman?

  • Seperti apa sekelilingnya?

  • Siapa disana?

  • Mengapa itu membuatmu merasa aman?

Sementara untuk anak yang lebih besar, Anda bisa mulai menjelaskan perbedaan tempat aman dan tidak, serta situasi aman dan tidak. Anda juga bisa memberi penjelasan seperti:

  • Tempat yang aman adalah di mana ada banyak orang di sekitar dan mengenal orang.

  • Di tempat yang aman, kamu mungkin merasa tenang atau bahagia.

Kemudian untuk tempat tidak aman dengan bahasa 'Tempat tidak aman adalah tempat kamu tidak dapat melihat orang lain di sekitar yang dapat membantumu.'

Selain itu, Anda juga bisa menjelaskan pada anak tentang apa yang harus dilakukan dalam situasi yang tidak aman dan mempraktikkan apa yang akan mereka lakukan dan katakan.

Anda bisa mengajukan pertanyaan seperti:

  • Apa yang akan kamu lakukan jika aku tidak ada di sekolah pada waktu penjemputan?

  • Apa yang akan kamu lakukan jika seseorang yang tidak kamu kenal ingin kamu membantu mereka mencari hewan peliharaannya?

  • Apa yang akan kamu lakukan jika kamu merasa tidak nyaman di toilet umum?