Kumparan Logo

Bingung Kenapa Bayi Menangis? Coba Pahami dengan Aplikasi Madsaz, Moms!

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi bayi menangis atau rewel. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bayi menangis atau rewel. Foto: Shutter Stock

Saat bayi lahir, hal pertama yang ingin didengar orang tua adalah tangisannya. Ya, tangisan pertama si kecil menjadi pertanda bahwa tubuhnya sehat, Moms.

Namun, seiring perkembangannya, terkadang orang tua bingung mengartikan tangisan bayi. Padahal menangis adalah bentuk komunikasi bayi dengan orang dewasa. Biasanya bayi menangis karena merasa tidak nyaman, mulai dari lapar, popoknya basah, mengantuk, kepanasan, kedinginan, dan masih banyak lagi. Sayangnya karena bahasa komunikasi yang tidak sama, orang tua terkadang kesulitan memahami apa penyebab bayi menangis.

Nah menyadari kondisi itu, berbekal dari pengalaman pribadi dan keahliannya di bidang teknologi, seorang Dosen Sekolah Vokasi (SV) IPB, Medhanita Dewi Renanti, mengembangkan aplikasi penerjemah tangisan bayi! Ide pembuatan plikasi yang diberi nama Madsaz itu muncul sejak tahun 2011, sejak ia mengikuti seminar tentang tumbuh kembang anak.

“Saya dapat informasi bahwa bayi itu memiliki bahasa yang dapat dimaknai atau diartikan oleh orang dewasa dan saat itu memang belum ada software yang berbasis Android untuk menerjemahkan tangisan bayi,” kata Medhanita, dikutip dari laman Vokasi Kemdikbud.

Aplikasi Madsaz, penerjemah tangis bayi buatan dosen IPB. Foto: Dok. kumparan

Dari sanalah ide untuk membuat aplikasi muncul. Awalnya ia mengembangkan dalam bentuk desktop sekitar tahun 2013. Setelah di-launching di tahun yang sama, Medhanita kembali mengembangkan aplikasi tersebut. Pada tahun 2015, Medhanita kembali mengembangkan dalam bentuk Android.

Akan tetapi, pengembangan dalam bentuk Android tersebut belum langsung di-launching karena masih memiliki sejumlah kekurangan. Tiga tahun berselang setelah melakukan penyempurnaan, akhirnya Medhanita meluncurkan aplikasi tangisan bayi berbasis Android tersebut.

Menurutnya, aplikasi ini telah diunduh oleh lebih dari 180 ribu orang yang berasal dari 109 negara! Medhanita menyebut, tingkat akurasi aplikasi Madsaz mencapai 94 persen dan efektif pada bayi usia 0-3 bulan. Di atas usia tersebut masih bisa digunakan, namun tingkat efektivitasnya lebih rendah. Aplikasi ini juga pernah memperoleh Anugerah Inovasi Jawa Barat 2019.

Aplikasi Madsaz, penerjemah tangis bayi buatan dosen IPB. Foto: Dok. kumparan

kumparanMOM juga telah mengunduh aplikasi tersebut di Playstore. Sayangnya aplikasi Madsaz tak ditemukan di semua ponsel Android, terutama yang versi terbaru. Saat dicoba pada ponsel Android lawas, aplikasi ini ditemukan dan bisa didownload dengan mudah.

Saat dibuka, terdapat 5 fitur jenis tangisan bayi pada aplikasi tersebut. Yakni:

- Neh: bayi merasa lapar

- Owh: bayi merasa lelah dan mengindikasikan mengantuk

- Eh: bayi ingin bersendawa

- Eairth: bayi sedang masuk angin (perut kembung)

- Heh: bayi merasa tidak nyaman. Bisa karena popok basah, kepanasan, kedinginan, dan lainnya.

Aplikasi Madsaz, penerjemah tangis bayi buatan dosen IPB. Foto: Dok. kumparan

kumparanMOM juga mengetes keakuratan terjemahan aplikasi Madsaz menggunakan video bayi yang sedang menangis. Hasilnya seperti yang diklaim, hampir 100 persen akurat, Moms! Kemudian setelah terdeteksi apa makna tangisan bayi, aplikasi Madsaz juga memberi saran apa yang perlu dilakukan orang tua.

Wah, semoga aplikasi ini bisa segera dikembangkan ke versi Android terbaru, ya! Sehingga lebih banyak ibu yang bisa mendownload dan memanfaatkannya!

Aplikasi Penerjemah Tangisan Bayi untuk Ibu Tuna Rungu

Tak hanya Madsaz, sebelumnya para pakar di dunia juga berupaya memanfaatkan teknologi untuk menerjemahkan tangisan bayi. Aplikasi lain yang juga dibuat untuk menerjemahkan tangisan bayi ini diciptakan Ariana Anderson, asisten profesor di Universitas California, Los Angeles. Ariana membuat aplikasi bernama Chatterbaby app.

Ide aplikasi ini dari pengalamannya menjadi seorang ibu. Awalnya aplikasi ini dilembangkan untuk membantu orang tua tuna rungu untuk memahami tangisan bayinya. Sebab mereka tak mampu membedakan jenis tangisan.

Ariana bersama tim menghabiskan waktu 5 tahun untuk membangun Chatterbaby app. Mereka membutuhkan waktu untuk mengembangkan suatu algoritma yang dapat mendeteksi perbedaan nada, frekuensi, jeda antartangisan dan beberapa karakter tangisan lainnya.