Kumparan Logo

Bisakah Kebutuhan Nutrisi Balita Terpenuhi Tanpa Minum Susu?

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi anak tidak mau minum susu. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak tidak mau minum susu. Foto: Shutterstock

Susu memiliki kandungan gizi yang baik untuk pertumbuhan anak, seperti kalsium, vitamin D, dan lemak. Mengutip Verywell Family, ketiganya bermanfaat untuk meningkatkan perkembangan tulang dan otak pada bayi dan balita, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan. Penelitian juga menunjukkan bahwa periode tersebut penting untuk pertumbuhan otak dan kesehatan mental anak untuk masa depan.

Namun, beberapa balita mungkin tidak bisa mengonsumsi susu atau produk olahan susu, entah karena tidak menyukainya atau pun alergi. Lantas, bisakah kebutuhan nutrisinya tetap terpenuhi tanpa minum susu?

Jawabannya bisa, Moms. Ada berbagai jenis makanan dan minuman lain yang juga mengandung kalsium, vitamin D, dan lemak, sehingga kebutuhan si kecil pun tetap terpenuhi.

Sumber Kalsium selain Susu

Ilustrasi sarden kalengan yang mengandung kalsium. Foto: Shutter Stock

Balita usia 1 – 3 tahun membutuhkan asupan kalsium sebanyak 700 mg per hari, sedangkan anak berusia 4 – 8 tahun membutuhkan 1.000 mg kalsium per hari. Jika si kecil tidak bisa mengonsumsi produk olahan susu, berikut ini beberapa makanan dan minuman kaya kalsium yang bisa menjadi penggantinya.

  1. Salmon atau sarden kalengan, mengandung 345 mg kalsium per 3 ons.

  2. Jus jeruk, mengandung 350 mg kalsium per cangkir.

  3. Susu alternatif, seperti susu almond dan susu kedelai, mengandung 300 mg kalsium per cangkir.

  4. Tahu, mengandung 250 mg kalsium.

  5. Kedelai, mengandung 130 mg kalsium.

  6. Sayuran berdaun hijau, seperti sawi, kangkung, dan bayam, mengandung 50 – 100 mg protein.

  7. Sereal yang diperkaya kalsium, cek label nutrisi untuk mengetahui jumlahnya.

Sumber Vitamin D selain Susu

Ilustrasi anak balita makan telur yang mengandung vitamin D. Foto: Shutter Stock

Jumlah vitamin D yang perlu dikonsumsi balita yaitu 600 IUD (satuan vitamin D) per hari. Beberapa makanan yang mengandung vitamin D antara lain sebagai berikut.

  1. Ikan berlemak, seperti salmon, tuna, dan mackerel, mengandung 570 IUD per 3 ons.

  2. Jamur yang terkena sinar matahari, mengandung 377 IUD.

  3. Produk olahan susu kedelai, beras, dan kacang, mengandung 100 – 144 IUD.

  4. Telur, mengandung 44 IUD per butir.

  5. Sereal yang diperkaya vitamin D, cek label nutrisi untuk mengetahui jumlahnya.

Karena makanan yang mengandung vitamin D cukup terbatas, American Academy of Pediatrics (AAP), menyarankan agar orang tua memberikan suplemen vitamin D pada anak sesuai dengan petunjuk dokter.

Sumber Lemak selain Susu

Ilustrasi daging salmon yang mengandung lemak. Foto: Shutterstock

American Heart Association (AHA) merekomendasikan agar balita mendapatkan 25 – 35 persen kalori harian mereka dari lemak. Pasalnya, lemak dibutuhkan untuk pertumbuhan sel, energi, dan pemrosesan vitamin yang larut dalam lemak. Beberapa makanan yang mengandung lemak selain susu yaitu sebagai berikut.

  1. Salmon dan ikan berlemak lainnya, mengandung 11 gr lemak per ons.

  2. Alpukat, mengandung 8,5 gr lemak.

  3. Selai kacang, mengandung 8 gr lemak per sendok makan.

  4. Minyak zaitun, minyak canola, minyak alpukat, dan jenis minyak alternatif lainnya, mengandung 5 gr lemak per sendok teh.

kumparan post embed