Kumparan Logo

Boleh Pijat saat Hamil, Asal Hindari 3 Area Ini

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi ibu hamil alami nyeri leher dan bahu. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ibu hamil alami nyeri leher dan bahu. Foto: Shutter Stock

Saat hamil, tubuh ibu mungkin akan sering merasa pegal, nyeri bahkan sakit. Macam-macam rasa yang mengganggu ini juga bisa saja muncul di berbagai area tubuh seperti leher, bahu, pinggul, hingga kaki. Maka wajar, bila ibu hamil ingin dipijat!

Mengutip Healthline, umumnya ibu hamil boleh dipijat setelah trimester pertama. Sebab pijatan pada trimester pertama dikhawatirkan dapat menyebabkan keguguran.

Hal ini dijelaskan oleh Debra Rose Wilson, Ph.D., MSN, R.N., IBCLC, AHN-BC, CHT, seorang psikolog kesehatan yang juga mengantongi gelar Master of Science dan PhD dalam Keperawatan Holistik untuk kekhususan Psiko-neuro-imunologi.

Secara umum, ibu hamil boleh dipijat. Foto: Shutterstock

Menurutnya, selama kondisi kehamilan baik-baik saja dan ada 'lampu hijau' dari dokter yang memeriksa kehamilan secara rutin, ibu hamil boleh dipijat. Meski begitu, ada beberapa area tubuh yang sebaiknya tidak dipijat, Moms.

“Kalau dipijat di leher dan bahu (saat hamil), tidak masalah. Tapi ada area tubuh tertentu yang sebaiknya dihindari karena dapat memicu keguguran atau persalinan prematur (bila dipijat),” kata Miinkay Yu, terapis pijat profesional yang terlatih dan memiliki sertifikat dalam pijat prenatal.

Lantas area mana saja yang dimaksud Miinkay?

3 Area yang Harus Dihindari Dipijat saat Hamil

Boleh Pijat saat Hamil, Asal Hindari 3 Area Ini. Foto: Shutterstock

1. Perut

Jangan pijat perut ibu hamil karena ini dapat menyakiti ibu maupun bayi di dalam kandungan. Tapi bila hanya mengusapkan minyak atau krim stretch mark dengan lembut ke perut, boleh-boleh saja.

2. Kaki

Mengusap atau menggosok kaki saat hamil? Boleh, asal tidak menggunakan tekanan.

Perlu dipahami Mom, volume darah Anda meningkat saat hamil sehingga aliran darah di kaki pun bisa melambat. Ini membuat ibu hamil rentan alami pembekuan bila dipijat.

3 Area yang Tidak Boleh Dipijat saat Hamil. Foto: Shutterstock

3. Titik-titik tekanan

Dalam refleksiologi atau berbagai jenis pijatan lain, dikenal titik-titik tekanan di beberapa bagian tubuh. Misalnya pergelangan tangan, pergelangan kaki, atau area di antara jari-jari Anda. Area-area ini lah yang tidak boleh dipijat saat hamil, Moms.

Miinkay juga mengingatkan , selain menghindari ketiga area tersebut di atas, tubuh ibu hamil harus diposisikan dan ditopang secara tepat agar ibu maupun bayi di dalam kandungan tetap nyaman dan aman.

Karena itu selama pemijatan, ibu hamil harus berbaring miring — bukan punggung atau perut — atau duduk tegak atau dalam posisi setengah berbaring!

Berbaring tengkurap tentu tidak nyaman. Sementara berbaring telentang setelah 20 minggu dapat memberi tekanan pada pembuluh darah, termasuk aorta dan vena cava inferior, yang dapat membatasi aliran darah. Hal ini pada gilirannya dapat menyebabkan tekanan darah ibu hamil turun dan mengurangi aliran darah ke dalam rahim.