Kumparan Logo

Bolehkah Bayi Baru Lahir Tengkurap?

kumparanMOMverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bayi baru lahir tengkurap. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Bayi baru lahir tengkurap. Foto: Shutterstock

Sebagian besar waktu bayi baru lahir dihabiskan untuk tidur dan menyusu. Bayi baru lahir juga belum dapat banyak bergerak, sehingga orang tua masih perlu membantu mengatur posisi tubuh bayi sehari-hari.

Salah satunya posisi yang biasa dipilih orang tua untuk bayi baru lahir adalah posisi tengkurap. Mereka yang memilih meletakkan bayi dalam posisi ini, umumnya percaya kalau posisi tengkurap dapat membantu leher bayi lebih cepat kuat.

Tapi apakah benar begitu? Boleh dan aman kah bila bayi baru lahir tengkurap?

kumparan post embed

Aman Tidaknya Bayi Baru Lahir Ditengkurapkan

Bayi baru lahir tengkurap. Foto: Shutterstock

Ternyata bayi baru lahir boleh ditengkurapkan walaupun otot lehernya belum kuat, Moms. American Academy of Pediatrics merekomendasikan bahwa bayi sudah boleh ditengkurapkan tepat pada hari saat mereka pulang ke rumah.

Seperti yang diketahui, bayi baru lahir lebih banyak menghabiskan waktunya untuk telentang atau mungkin digendong oleh Anda. Sehingga untuk mengembangkan kekuatan di leher, punggung, dan tubuh bagian atasnya, bayi harus ditengkurapkan.

Anda bisa menengkurapkan si kecil setiap hari selama 15 menit agar mereka berlatih mengangkat kepala, dan juga mungkin memberikan kesempatan untuk bayi melihat ruangan di sekitarnya dalam sudut pandang yang berbeda.

Lantas, apa sih sebenarnya manfaat menengkurapkan bayi?

kumparan post embed

Manfaat Tengkurap untuk Bayi

Bayi baru lahir tengkurap. Foto: Shutterstock

Mengutip The Bump, ada beberapa manfaat yang bisa diperoleh bila bayi baru lahir sering tengkurap:

  • Berlatih untuk pencapaian penting lainnya, seperti berguling , duduk tegak, dan merangkak

  • Meningkatkan keterampilan motorik kasar

  • Melatih kelompok otot yang jarang digunakan

  • Mencegah plagiocephaly (alias sindrom kepala datar)

  • Membantu mengendalikan kepala bayi

  • Mengurangi kembung

  • Memperkenalkan bayi ke lingkungan yang berbeda

Namun selalu awasi bayi Anda selama tengkurap dan saat bayi tidur harus dalam posisi telentang. dr. Natharina Yolanda dalam situs Ikatan Dokter Anak Indonesia mengemukakan bayi sebaiknya tidak tidur tengkurap.

kumparan post embed

Hal itu berkaitan dengan potensi kematian mendadak bayi atau sudden infant death syndrome yang disebabkan oleh adanya infeksi, penyakit metabolik, gangguan irama jantung, hingga terbekap.

Di samping itu, tidur tengkurap bisa jadi mengganggu pernapasan bayi akibat hidung dan mulutnya terhalang alas tidur. Kinerja otak pada bayi yang tidur tengkurap pun bisa terhambat karena peredaran darah ke otak bayi kurang lancar.

Cara Menengkurapkan Bayi yang Baru Lahir

Bayi Baru Lahir Tengkurap Foto: Shutterstock

Jangan sembarangan ketika akan melatih bayi baru lahir tengkurap, Moms. Ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan. Sehingga berikut beberapa cara menengkurapkan bayi baru lahir seperti dikutip What to Expect:

  • Waktu ideal untuk menengkurapkan bayi adalah setelah bayi bangun dari tidur siang atau setelah mengganti popok.

  • Bersihkan benda-benda kecil dari lantai. Tengkurapkan bayi di atas alas bermain atau handuk bersih.

  • Kelilingi bayi Anda dengan beberapa mainan favorit.

  • Usahakan untuk menjaga posisi perut bayi Anda tetap rendah selama tiga sampai lima menit, dua sampai tiga kali sehari.

  • Saat bayi Anda mulai menikmati waktu tengkurap, lakukan sesi yang lebih lama dan lebih sering sepanjang hari.