Bolehkah Bayi Diberi ASI Perah dengan Botol Dot?

21 Juni 2021 12:02
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Bolehkah Bayi Diberi ASI Perah dengan Botol Dot? (160040)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ASI Perah. Foto: thinkstock
Bila ibu tidak bisa menyusui bayi secara langsung, memberi ASI perah dapat menjadi solusi untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bayi. ASI perah dapat diberikan dengan pipet, sendok, spuit atau gelas sloki atau cawan khusus yang biasa disebut cup feeder.
ADVERTISEMENT
Bagaimana dengan botol dot? Bolehkah bayi diberi ASI perah dengan botol dot seperti halnya memberi bayi susu formula?
Moms, yuk, pahami jawabannya di sini.

Risiko Memberi Bayi ASI Perah dengan Botol Dot

Bolehkah Bayi Diberi ASI Perah dengan Botol Dot? (160041)
zoom-in-whitePerbesar
Risiko Memberi Bayi ASI Perah dengan Botol Dot Foto: Shutterstock
Menurut Dokter Anak dan Ahli Laktasi, dr. Wiyarni Pambudi, SpA, IBCLC, meski tidak dilarang tapi orang tua perlu memahami bahwa ada banyak risiko yang dapat muncul jika bayi diberi ASI perah dengan botol dot.
“Beberapa tahun terakhir, rekomendasi Rumah Sakit Sayang Bayi adalah memberikan edukasi tentang risiko pemakaian botol dot, bukan melarang,” jelas dokter yang praktik di Klinik BJ Medical Center, Jakarta Barat, ini saat dihubungi kumparanMOM pada Kamis (17/6).
Ya Moms, pemberian ASI perah dengan botol dot ternyata bisa membawa beberapa dampak buruk pada bayi. Misalnya menyebabkan bayi mengalami bingung puting. Bila hal ini terjadi, tentu akan sangat merugikan bayi dan berdampak pada pemenuhan nutrisinya. Tumbuh kembang bayi pun, dapat terganggu.
ADVERTISEMENT
“Bayi yang terbiasa minum dari botol dot memiliki risiko bingung puting. Hal ini yang menyebabkan bayi menolak menyusu melalui payudara karena terbiasa menyusu menggunakan dot,” ujar dr. Wiyarni.

Memahami Bingung Puting pada Bayi Akibat Botol Dot

Bolehkah Bayi Diberi ASI Perah dengan Botol Dot? (160042)
zoom-in-whitePerbesar
Botol dot bisa sebabkan bingung puting pada bayi dan beberapa risiko lain Foto: Shutterstock
Bingung puting sendiri adalah kondisi di mana bayi lebih memilih mengisap cairan melalui botol dot ketimbang menyusu pada payudara ibu. Termasuk untuk pemberian ASI perah dengan botol dot bayi, Moms.
Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) menjelaskan melalui laman resminya, bingung puting bisa terjadi karena menyusu melalui botol dot lebih mudah dan mekanismenya berbeda dengan menyusu pada payudara ibu.
Pada laman Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) juga dijelaskan, untuk mengisap ASI dari payudara, dibutuhkan banyak kerja otot di bagian kepala dan lidah bayi untuk mengeluarkan ASI pada payudara. Gerakan gelombang lidahnya pun berbeda antara mengisap cairan dari dot dan mengisap ASI dari payudara ibu.
ADVERTISEMENT
Sementara ketika bayi mengisap atau minum melalui botol dot, aliran cairan yang ia peroleh lebih lancar. Untuk membuat cairan di dalam botol dot keluar, bayi cukup mengisap sedikit saja. Bayi tidak perlu 'berusaha keras' mengisap mengeluarkan cairan dengan gerakan peristaltik lidah seperti yang harus dilakukannya bila menyusu dari payudara. Hal ini membuat bayi mengenali adanya ‘aliran’ yang deras dari botol.

Dampak Buruk Lain Bila Bayi Minum ASI Perah Dengan Botol Dot

Bolehkah Bayi Diberi ASI Perah dengan Botol Dot? (160043)
zoom-in-whitePerbesar
ilustrasi ibu memberi bayi susu dengan botol Foto: Shutterstock
Selain bingung puting, menurut IDAI ada beberapa kerugian lain yang dapat terjadi akibat pemberian ASI perah dengan botol dot dan sangat besar dampaknya. Yaitu berkurangnya produksi ASI, penyapihan dini, menyebabkan masalah gigi, hingga memicu timbulnya infeksi telinga pada bayi.
ADVERTISEMENT
Jadi lebih baik, coba pertimbangkan lagi bila hendak memberi bayi ASI perah dengan botol dot, Moms. Tidak dilarang, tapi sebaiknya dihindari demi kebaikan si kecil.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020