Bolehkah Ibu Hamil Olahraga dengan Treadmill?
ยทwaktu baca 2 menit

Meski sedang hamil, ibu tetap disarankan untuk bergerak aktif agar kesehatannya tetap terjaga. Salah satunya dengan olahraga. Ya Moms, aktivitas tersebut membantu Anda untuk tetap bugar di tengah kondisi perut yang terus berkembang.
Salah satu olahraga yang sering dilakukan oleh ibu hamil adalah berjalan santai. Selain lebih murah, olahraga ini juga dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja. Ibu pun tidak membutuhkan banyak tenaga untuk melakukannya.
Bagaimana dengan jalan kaki di treadmill? Apakah ibu hamil boleh menggunakan alat gym tersebut? Simak penjelasan berikut ini sebagaimana dikutip dari Parenting Firstcry.
Ibu Hamil Pakai Treadmill, Boleh Enggak Ya?
Penggunaan treadmill diperbolehkan untuk ibu hamil selama tidak digunakan dengan kecepatan tinggi. Jadi, ibu hamil hanya bisa menggunakan treadmill dengan kecepatan setara dengan jalan kaki, bukan jogging atau berlari cepat. Selain itu, ibu hamil juga perlu berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter kandungan untuk meminta persetujuan.
Setelah mendapat izin dari dokter, berikut cara aman bagi ibu hamil untuk menggunakan treadmill.
Mulai dengan pemanasan kecil selama beberapa menit untuk meningkatkan detak jantung secara bertahap.
Tingkatkan kecepatan sedikit demi sedikit dan berjalan dengan napas yang stabil.
Turunkan kecepatannya lagi, lalu berjalan pelan selama beberapa menit.
Tingkatkan kemiringan treadmill secara perlahan dan berjalan selama lima menit.
Turunkan kemiringan dan kecepatannya secara perlahan sebelum mengakhiri sesi latihan.
Lakukan peregangan atau pendinginan setelah berolahraga di treadmill.
Kapan Ibu Hamil Perlu Berhenti Menggunakan Treadmill?
Meski cenderung aman, ada beberapa kondisi yang perlu Anda waspadai saat menggunakan treadmill dalam kondisi hamil. Hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain sebagai berikut.
Tendangan atau gerakan bayi terasa berkurang frekuensinya.
Mengalami rasa sakit seperti kontraksi secara berkala.
Nyeri di dada dan bisa bertambah parah.
Sakit kepala, bahkan sampai merasa ingin pingsan.
Kebocoran di vagina, baik berupa darah maupun cairan ketuban.
Saat mengalami kondisi tersebut, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
